Kamis, 25 November 2010

Harapku


Masih tetap ku menanti dalam sunyi....
Berdoa agar kau kembali.........

Rabu, 24 November 2010

Terimakasih "Sang Penyemangatku"


Terimakasih Sang Penyemangatku

Ku rasakan indah satu tahun merajut cinta bersamamu
Walau kini semuanya harus berujung pilu
Mulai saat ini aku harus terbiasa lewati hari-hari sepiku tanpamu
Kini aku harus berjalan sendiri..
Melewati pagi yang menyejukan, siang yang selalu ku rasa melelahkan,
Senja sore yang kemerah-merahan,
Dan indahnya malam yang dihiasi ribuan gemerlipnya cahaya bintang..
Peri kecilmu ini akan terbang…
Bersama kesedihan yang selama ini aku rasakan,
Bersama bahagia yang tlah kau hadirkan,
Bersama cinta dan kasih yang pernah kau berikan,
Bersama semangatmu yang selalu kau tularkan,
Bersama nasihatmu yang selalu menemani langkah kecilku…
Bagiku kau adalah pelangi ketika mendung menyapaku,
Lentera yang menerangi gelapnya malamku,
kau adalah inspirasi dalam setiap tulisanku..
Dan kau pula yang pertama kali membuat aku bahagia atas keberadaan Cinta….
Tak pernah terlintas dalam benak ku untuk melupakan,
Karena sosokmu tak akan ernah tergantikan
Terimakasih atas segala yang telah kau berikan
Terimakasih sang penyemangatku..aku ucapkan.....

"Peri kecilmu yang Tlah Bersayap"

Minggu, 21 November 2010

kematian














SAHABAT…………

Pada saat suatu nanti maut akan datang menjemput kita,,,,,,,,,
Tahukah kalian akan makna kematian ???
Ya, kematian merupakan hal yang biasa kita jumpai tetapi kematian juga masih merupakan momok bagi kita jika seandainya kematian itu terjadi pada diri kita. Sadarlah, kematian akan datang pada kita karena perlahan setiap detik, menit, jam, hari yang kita punya di dunia berkurang. Dunia tidak dapat menampung kita selamanya karena duniapun tidak akan abadi.

Lalu setelah mati?
Kematian bukan sebuah akhir perjalanan. Memang, sebuah akhir perjalanan di dunia tetapi juga sebuah awal perjalanan menuju “masa depan” yang kekal. Perjalanan yang sangat berat yang harus kita tempuh sendiri tanpa ditemani keluarga, teman-teman. Mempertanggungjawabkan dan menerima konsekwensi atas semua yang telah dilakukan di dunia.

Sekilas, tulisan di atas mungkin sama saja dengan yang lainnya. Tapi, lihatlah “masa depan” itu. Sekarang kita bisa menghabiskan waktu sesuka kita. Tapi,ketika semua kegiatan kita hanyalah hura-hura, semuanya tidaklah berarti jika kita merenungi akan masa depan kita. Tidak akan berdampak pada masa depan.

Sahabat, bukan maksud saya untuk membuat kalian takut, menyalahkan takdir atau bahkan Tuhan atas hal yang akan menimpa kita tapi saya hanya ingin kita semua sadar akan hal ini. Menyesali keadaaan malah akan memperburuk kita. Saya tidak akan menyuruh kalian untuk segera bertobat karena tujuan saya menulis seperti ini tidaklah untuk itu. Kalian sendirilah yang tau pilihan mana yang akan kalian pilih nantinya. Jalani saja apa yang ada dan ingat selalu akan “masa depan” itu.

Wahai diri, tidak ada yang paling pasti di dunia kecuali kematian..ia datang dengan paksa, tak pernah memberi pilihan. Tapi yang Maha Pengendali kematian begitu pemurah,memberi kesempatan seluas-luasnya kepada kita untuk memilih cara hidup setelah mati sesuai dengan keinginan kita.

Apakah setelah perjuangan berat sakaratul maut kita memperoleh kenikmatan yang tak pernah terbayangkan ,atau justru di jerembabkan dalam siksaan yang lebih dahsyat??
Jawabannya ada pada di setiap detik hidup kita di dunia ini………..

Selasa, 16 November 2010




PUISI DARI SESEORANG UNTUKKU....

rinai tangis dalam hatiku
bagai rintik hujan di kota
apa gerangan makna lesu
yang menyusup masuk kalbuku

agar dapat melukiskan hasratku, kekasih,
taruh bibirmu seperti bintang di langit kata-katamu,
ciuman dalam malam yang hidup,
dan deras lenganmu memeluk daku
seperti suatu nyala bertanda kemenangan
mimpikupun berada dalam
benderang dan abadi

mata mu berbinar-binar
alangkah indahnya
Diri mu,
mawar merekah di taman surga

Bidadariku,
Namamu tak terukir Dalam catatan harianku
Asal usulmu tak hadir Dalam diskusi kehidupanku
Wajah wujudmu tak terlukis Dalam sketsa mimpi-mimpiku
Indah suaramu tak terekam Dalam pita batinku
Namun kau hidup mengaliri Pori-pori cinta dan semangatku
Sebab
Kau adalah anugerah
Untukku
Wahai Bidadariku

Aku cemas bila kehilangan kau
Aku cemas pada kecemasanku

PadaMu
Kutitipkan secuil asa
Kau berikan selaksa bahagia
PadaMu
Kuharapkan setetes embun cinta
Tetapi Kau limpahkan samudera cinta

Ketika ku menemukan mu
Aku bagai menemukan harapan hidup
Seakan aku bias hidup lebih lama
Dengan kau ada di sisi ku
Aku merasa tenang………
Aku hidup di sisi mu………
Dan aku mati di hadapanmu………

KARNA SATU HAL YANG HARUS KAU TAU..
UNTUK MU AKU AKAN SETIA...

Kamis, 21 Oktober 2010

Ketika kau hiasi hariku dengan senyumanmu






“Ketika kau hiasi hariku
dengan senyumanmu”
oleh : Nur Aini Latifah


Saat itu… suasana perpustakaan sekolah begitu tampak sunyi…pak Tarno si penjaga perpustakakan pun tak terlihat batang hidungnya entah tak tau kemana perginya? Aku dan Vina begitu asyik memilah milih buku yang cocok untuk bahan praktikum kimia besok. Aku pun klik pada salah satu buku,ku buka halaman demi halaman,dan aku begitu serius memahami kata demi kata dalam buku itu.
Aku melirik pada jam tua yang tepat berada di sampingku.”ah baru jam 1 masih banyak waktu untukku
Berlama-lama di perpustakaan”.gumamku dalam hati.
“Sha, bukannya tadi kamu bilang sama aku jam 1 ada rapat Osis ya?”tanya Vina padaku.aku pun terdiam sejenak,
” Oh ya,ya ampun…aku lupa banget Vin. Pegang dulu ya bukunya nanti aku balik lagi”,aku pun bergegas pergi menuju ruang Osis yang berada dekat Aula sekolah yang lumayan jauh. Ku langkahkan kaki begitu cepat,suasana saat itu tampak begitu ramai karena bersamaan dengan jam pulang sekolah. Semua siswa siswi SMA NUSA BANGSA pun membludak, dan aku pun terus berjalan tanpa menghiraukannya sedikitpun. Di depan Aula sekolah…
“Awwwww !!!”akupun kesakitan karena gitar seorang cowok berperawakan tinggi itu mengenai kepalaku.” Upppsss maaf ya gue enggak sengaja”,cowok itu berusaha untuk meminta maaf pada ku.”Makannya kalo jalan tuh liat-liat kan sakit tau!!!”ucapku menggerutu kesal.” Coba sini gue liat?”cowok yang menggunakan helm itu pun mengelus-ngelus rambutku.”ko aku jadi deg-degan gini ya?”ujarku dalam hati.”ihhh apaan sih udah ah aku lagi buru-buru”,aku pun berlalu pergi dan terus berjalan ke ruang Osis yang hanya tinggal beberapa langkah lagi.
Aku sudah berdiri tepat di depan ruang Osis dengan menelan kekecewaan karena usahaku untuk mengejar waktu sia-sia. Ternyata Ruang Osis sudah terkunci rapat,
mungkin teman-teman terlalu lama menungguku sehingga mereka semua memutuskan untuk pulang.
Akhirnya aku kembali menemui Vina di perpustakaan, Dan ternyata Vina sudah menemukan buku yang cocok. Sehingga kami berdua pun memutuskan untuk pulang.
“Sha, jangan lupa besok bawa bahan-bahan buat praktikum.hati-hati ya”,aku hanya mengacungkan jempol dan tersenyum. Aku dan Vina berpisah di lapangan basket Vina menuju gerbang depan dan aku menuju gerbang belakang…
***
Kini… aku telah berada di Jln. Cempaka Blok A No.36 yang merupakan kediaman Kak Eza yang merupakan Kakak sepupuku. Sudah berulang kali ku mengucap salam tapi tak ada satupun penghuni rumah yang menjawab salamku dan membukakan pintu untukku. Saat ku coba membuka pintu, ternyata pintunya tidak di kunci sehingga ku putuskan untuk masuk dan menyelinap ke kamar Kak Eza karena rumah Kak Eza sudah ku anggap seperti rumahku sendiri. Aku lihat Kak Eza sedang tertidur begitu nyenyak.”pantesan dari tadi enggak ada yang bukain pintu eh ternyata orangnya lagi ngorok, Aku bangunin ah…hehe”. Aku pun mencoba membangunkannya.
“Kak Eza bangun dong !!! Shasa kangen nih pengen cerita-cerita”,bujukku sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.”Huffffthhh iya-iya Kak Eza bangun ni”,jawab Kak Eza masih setengah tidur.
Tak lama kemudian…ku mendengar suara tante Ana memanggil Kak Eza.
”Eza…Eza…ada Ryan tuh di depan”.
“Suruh masuk ke kamar Eza aja Mah”jawab Kak Eza.”Kenapa temennya disuruh masuk kamar sih ka, kan Shasa mau cerita-cerita sama Kaka?”tanya ku kesal.”Enggak apa-apa sih Sha kan biar tambah seru ceritanya”jawab Kak Eza tersenyum. Teman Kak Eza yang bernama Ryan itu kini telah berada di depan kamar Kak Eza.
“Sini Yan masuk”,Kak Eza pun memepersilakan Ryan masuk. Sedangkan aku sibuk bermain game di laptop Kesayangan Kak Eza.”Siapa tuh Za,ade lo ya?”tanya Ryan. “Bukan…dia sepupu gue.Sha sini nih kenalin temen Kakak?”Aku pun menghampiri mereka yang sedang asyik berbincang.
“wewww ni cowok ganteng banget, kok Kak Eza gak pernah cerita ya ma aku kalo punya temen secakep ini.eh tunggu dulu perasaan mukanya familiar banget tapi siapa ya dia?”aku pun bertanya-tanya.”Shasa!!! sini kok malah bengong di situ sih?”.ajak Kak Eza.
“Eh iya ka…”
“Kenalin ini Ryan temen deket Kakak dari SMP”Kak Eza pun mengenalkan Ryan pada ku.”Aku Shasa”,ucapku tersenyum.”Perasaan pernah liat tapi dimana ya?”tanya ku heran.”Shasa..Shasa…ya jelas aja sering liat orang Ryan itu satu sekolah sama kamu dia itu anak kelas 3 IPA 1 Kakak kelas mu”,ucap Kak Eza memberi tahu ku. Dan aku pun mencoba mengingatnya
”Oh iya Kak Shasa inget dia tuh yang bikin kepala Shasa benjol gara-gara gitarnya tadi pagi.Shasa inget banget helm yang dia pegang tuh”imbuhku.
”Maaf banget ya tadi pagi aku bener-bener gak sengaja,please maaf ya?”
Kok aku gak nyadar ya kalo cowok yang tadi pagi aku marahin secakep ini abis tadi dia pake helm sih.kalo aku tau dia cakep sih gak bakal aku marahin tadi.hehehe.
“Sha, ko malah bengong dimaafin gak tuh Ryan?”tanya Kak Eza.”eh IYA ka!!” jawabku dengan penuh semangat.
“Unik ya kisah perkenalan kalian.pake kejedot gitar segala.hahaha”.kami semua pun tertawa lepas dan hari itu adalah awal kedekatan aku dengan Ryan…
Siang yang indah itu pun berlalu…kini tibanya saat malam menjelang tidur . seperti biasa aku melakukan ritual sebelum tidur mengenang masa lalu yang indah dan mengkhayal tingkat tinggi sambil mendengarkan lagu-lagu mellow..hemmm kenapa aku kepikiran Ryan temennya Kak Eza terus ya? Emang sih kalo dari fisik emang Ok.. tapi biasanya orang yang ganteng itu kan playboy??? Ko aku jadi mikirin dia sih? Udah malem ah tidur dulu..aku pun menarik selimut tebalku dan mematikan lampu kamarku dan langsung tidur bersiap memasuki petualangan di dunia mimpi.hehe
***
Keesokan harinya saat aku berjalan di koridor sekolah….
“Shasa!!!”.ada suara yang memanggil nama ku dan aku pun menoleh.
”Eh Kak Ryan ada apa ?”
“Dari tadi aku panggil kamu tapi kamu gak nengok-nengok. Aku Cuma mau ajak kamu pulang bareng aja soalnya aku juga mau sekalian ke rumah Eza”. Menceritakan dengan nafas terengah-engah.
“Maaf ya Kak Shasa gak denger. Ya udah yuk …”
Aku dan Kak Ryan pun pulang bardua sambil cerita-cerita..di tengah perjalanan...
“Kak, nanti pacarnya marah loh Kakak pulang bareng Shasa?”.tanyaku serius
“Hah Pacar? Kakak gak punya pacar kali Sha,Shasa kali tuh yang nanti pacarnya marah??”Kak Ryan pun malah balik bertanya.
“Masa sih cowok sekeren Kakak gak punya pacar? Shasa juga gak punya pacar kak, udah putus cowok Shasa selingkuh dan Shasa belum mau pacaran dulu Kak”jawabku polos.
“Kita senasib Sha…cewek Kakak juga selingkuh.dan sampai sekarang Kakak masih jomblo dan belum kepikiran buat pacaran lagi”.
“Ternyata kita sama ya Sha korban perselingkuhan.dan sama-sama takut buat jatuh cinta lagi.hehe”.
Tidak terasa kini aku dan Kak Ryan pun sudah berada di depan rumah Kak Eza.
“Kak, Shasa pulang duluan ya…?”
“iyha Sha. Hati-hati ya…”
Semenjak hari itu, hampir setiap hari aku pulang sekolah bersama Kak Ryan curhat masalah ini itu mulai dari masalah di sekolah tentang guru killer sampai masa lalu tentang percintaan kita berdua. Hemmmh entah kenapa ada perasaan lebih saat aku dekat dengan Kak Ryan,rasanya tak ingin sedetikpun melewati hari tanpa Kak Ryan. Senyumannya selalu buat aku tenang saat aku dekat dengannya.aku begitu senang telah mengenalnya…Kak Ryan sosok yang ramah,selalu tersenyum setiap bertemu dengan siapapun. Aku juga ikut senang jika melihat Kak Ryan tersenyum.walaupun aku lagi kesel sekalipun, kalo liat Kak Ryan senyum keselnya jadi ilang.hadirnya Kak Ryan buat hidupku yang tadinya sepi menjadi indah,hehe.senyumnya itu loh selalu buat aku gak bisa tidur.hehe
***
Saat aku asyik membaca buku di taman sekolah..
“Heyy Sha, serius banget bacanya?”tanya Kak Ryan sambil menepuk pundakmu.
“Eh ada Kakak..gak ko biasa aja lagi…Shasa lagi sedih nih ka..?”
“Kenapa kok sedih? Cerita dong sama Kakak?”
“Semalem Shasa liat mantan Shasa sama cewek lain. Shasa Cuma heran aja ko tega banget dia lupain Shasa secepat itu dan semudah itu dia dapetin pengganti Shasa?”.aku mencoba membendung air mataku tapi air mata itu perlahan membasahi pipiku.
“Loh ko nangis? Jangan nangis sayang…masih banyak ko yang sayang sama Shasa. Kakak yakin akan datang cinta yang membuat Shasa senang.karena cinta akan datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah di kecewakan,kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah di khianati. Dan kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah di sakiti hatinya.jadi Shasa gak boleh sedih ya?”.
“Ya ka makasih ya…Shasa janji gak akan sedih lagi.”nasehatnya begitu menyejukkan hatiku.Kak Ryan pun merangkul ku. Ya ampun senangnya hatiku …
“Bay the way, semenjak Shasa kenal Kakak Kok Shasa perhatiin kayaknya Kak Ryan gak pernah punya masalah ya keliatannya bahagia terus senyum aja, nyanyi-nyanyi sambil maen gitar?”
“Setiap orang pasti punya masalah Sha Cuma Kakak gak mau aja nunjukin kesedihan Kakak. Kakak Cuma pengen liat orang-orang yang Kakak sayang bahagia disaat terakhir Kakak ?”
“Kakak kok ngomongnya gitu?” belum sempat Kak Ryan menjawab pertanyaanku dari kejauhan terlihat Vina berlari menuju arahku.
“Sha, cepetan Mrs.Mien udah dateng nanti bisa-bisa kamu gak boleh masuk Loh?”
“Ya udah duluan aja nanti aku nyusul.”
“Temen kamu cantik ya Sha.titip salam ya buat dia.hehe.”
“Iya tenang aja nanti Shasa sampein salamnya sama Vina. Shasa ke kelas dulu ya..”batinku pun bertanya apa Kak Ryan suka sama Vina…?
Di sepanjang jalan menuju kelas pertanyaan itu pun terus menghantuiku…
Apa benar Kak Ryan suka sama sahabatku Vina? jika itu benar betapa hancurnya aku?apa yang harus aku lakukan karena aku juga mulai jatuh cinta sama Kak Ryan?
Apa aku harus menangis melihat Kak Ryan tersenyum menemukan cintanya? Ya Tuhan… ini benar-benar sulit buat aku.
***
Kini tiba saatnya hari senin seperti biasa di sekolahku melaksanakan upacara bendera. Usai melaksanakan upacara bendera ku melihat sosok Kak Ryan dan dia terlihat buru-buru dan sepintas ku lihat wajahnya begitu pucat. Aku mencoba memanggilnya tapi ia tak menoleh sedikitpun.
“Kak Ryan kenapa ya? Kok dia cuek banget sama aku, gak seperti biasanya?”ujarku ku merasa ada yang Kak Ryan sembunyikan dariku.
Seperti biasa aku pulang sekolah bersama Kak Ryan. Tapi kali ini Kak Ryan cendrung diam. Kak Ryan yang terlihat selalu ceria dengan senyuman manisnya tak aku temukan saat itu.
“Kak, ko diem aja sih? Gak biasanya Kakak kayagini, Kakak sakit ya?”,tanyaku Khawatir.
“Kakak gak kenapa-napa ko Sha. Cuma kurang enak badan aja”,jawabnya tersenyum seolah meyakinkanku kalau dirinya baik-baik saja.
***
Sudah satu minggu ini Kak Ryan tidak masuk sekolah kenapa ya, apa dia sakit? pikir ku dalam hati. Mungkin Kak Eza tau kenapa Kak Ryan gak msuk sekolah. Aku pun memutuskan,pulang sekolah nanti akan mampir ke rumah Kak Eza…
Saat berjalan menuju rumah Kak Eza aku bertemu dengan Kak Ryan di persimpangan jalan dan wajahnya pun masih terlihat pucat, dia memanggilku dan mengajak ku ke danau yang tak jauh dari rumahku.
“Kakak kemana aja ko udah satu minggu ini gak masuk sekolah? Shasa kangen tau?”
“Kemarin Kakak sakit. Kakak juga kangen makannya sekarang Kakak nemuin Shasa”.
Sore itu ku habiskan waktuku bersama Kak Ryan di tepi danau. Berbincang dan berbagi banyak cerita semakin mendekatkan aku dengannya.
“Kak, udah sore nih Shasa harus cepet pulang takut keburu hujan” karena pada saat itu cuaca sedang tidak bersahabat.”Ya udah, hemm tapi sebelum pulang boleh gak Kakak peluk Shasa?”.aku pun kebingungan melihat Kak Ryan yang tampak aneh.”Boleh ko ka..”aku mencoba menahan diri agar tidak melompat-lompat kegirangan. Kak Ryan pun memelukku dan berbisik di telingaku”Kak Ryan sayang sama Shasa kalo Kakak gak ada jaga diri kamu baik-baik ya” aku senang sekaligus bingung karena aku gak tau mengapa Kak Ryan bicara seperti itu seolah ia akan pergi jauh meninggalkanku.
Setelah Kak Ryan memelukku ku lihat mata Kak Ryan tampak merah seperti yang sudah menangis…
”Ya udah kalo Shasa mau pulang.hati-hati ya”
“Iya kak, Kakak juga ya hati-hati pulangnya”. Aku melambaikan tangan dan Kak Ryan pun membalasnya dengan senyuman. Hemmh Senangnya hari ini aku di peluk Kak Ryan bisa-bisa nanti malam ke bawa mimpi nih.hehehe
***
Rabu, 10 Februari 2010…
Pagi itu langit begitu gelap,Sang Mataharipun enggan menampakkan sinarnya…tak ku dengar nyanyian burung- burung yang biasanya terdengar begitu merdu di pohon-pohon rindang tepat di depan kelas ku.daun – daun pohon di halaman sekolah pun berguguran dan tersapu oleh angin. Aku hanya berdiam diri di kelas tak beranjak sedikitpun karena khawatir akan terjadi apa-apa melihat cuaca buruk saat itu.
Tiba- tiba ku dengar suara Bapak.Sugianto yang merupakan Wakasek kesiswaan memberi pengumuman di ruang guru dengan suara terbata-bata.
“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Kepada siswa siswi SMA NUSA BANGSA dimohon perhatiannya sebentar…Innalillahi wainna ilaihi raji’un telah meninggal dunia putra terbaik sekolah kita, “Ryan Hasbie Zein” pada pagi tadi pukul 06.30 WIB di Rumah Sakit Thamrin untuk itu marilah kita berdo’a agar almarhum diterima di sisi-Nya.
Aku pun tersentak kaget seolah tak percaya orang yang selama ini menjadi penyemangatku, sosok yang selalu menemani hari indahku, sosok yang selalu membuat ku tersenyum kini telah meninggalkan aku untuk selama-lamanya. Tangis pun pecah seketika…Ya Tuhan mengapa Engkau memanggil Kak Ryan secepat ini? Mengapa engkau mengizinkan aku dekat dengannya disaat hari-hari terakhirnya?,
Vina mencoba menenangkanku tapi aku memintanya mengantarku ke rumah Kak Eza.
Di rumah Kak Eza…Terlihat Kak Eza duduk di teras rumah dengan wajah murung…aku pun lansung menangis dalam pelukannya…
“Kak Ryan kenapa Kak,kenapa dia pergi secepat ini? Shasa gak mau kehilangan Kak Ryan..?”,tanyaku sambil menangis…
“Sabar ya Sha… Kakak juga gak mau kehilangannya, tapi ini sudah di gariskan oleh Allah Swt Sha…mungkin ini yang terbaik setelah dua tahun terakhir ini Kanker Otak menggeroti tubuhnya”.Kak Eza pun tak kuasa membendung air matanya karena Ryan merupakan sahabatnya sejak duduk di bangku SMP.
“Apa? Kanker otak?kenapa Kak Ryan gak pernah cerita sama Shasa?”
“Karena dia gak mau melihat kamu sedih Sha…dia Cuma pengen liat kamu itu tersenyum. dia pengen melihat orang-orang disekitarnya itu bahagia sebelum dia pergi”
Aku pun hanya terdiam membisu mendengar penjelasan dari Kak Eza…lalu aku dan Kak Eza memutuskan untuk pergi mengantarkan Kak Ryan ke tempat peristirahatan terakhirnya…aku tak kuasa melihat jasad Kak Ryan terbujur kaku,tetesan air mata itu pun tak pernah berhenti menetes dari pelupuk mataku.
Usai menghadiri pemakaman Kak Ryan Kak Eza memberikan sebuah surat untukku.
“Ini surat terakhir Ryan untukmu Sha”. Akupun menerimanya, Dengan tetesan air mata ku coba untuk membacanya…


Sepucuk surat untuk Shasa…

Saat kau baca surat ini mungkin aku telah tiada
Kala pertama kali aku melihatmu
Ku temukan cinta yang tulus terpancar dari sorot matamu
Tatapan matamu menyejukkan jiwaku,menyembuhkan lukaku
Dan mengisi kekosongan hatiku
Tapi kini…semua itu tak dapat lagi aku rasakan
Jari jemari ini tak dapat lagi menyentuhmu
Mata ini tak dapat lagi memandangmu…
Tangan ini tak dapat lagi merangkulmu dikala kau pilu
Sayang..
Tersenyumlah saat kau mengingatku
Karena saat itu aku sangat merindukanmu
Menangislah saat kau merindukanku
Karena saat itu aku sudah tak berada lagi di sampingmu
Dan pejamkanlah mata indahmu
Karena aku akan merasa dekat denganmu..
Jangan tangisi kepergianku…
Iringilah kepergianku dengan senyumanmu…
dari Yang t’lah pergi
Ryan

Tak ada mimpi yang terindah bagiku selain mimpi indahku bersamamu, tak ada kenangan terindah bagiku selain kenangan indahku bersamamu,tak ada asa terindah dalam hidupku selain hadirnya dirimu dalam setiap langkahku, tak ada kebahagiaan indah dihatiku selain kebahagiaan karena aku t’lah mengenalmu….
Aku begitu bahagia ketika kau hiasi hariku dengan senyumanmu
Tapi kini… si pemilik senyum termanis itu telah pergi untuk selama-lamanya…
The end

“SINOPSIS”

KETIKA KAU HIASI HARIKU DENGAN SENYUMANMU

Shasa… seorang gadis manja yang trauma akan cinta begitu juga Ryan Kakak kelas Shasa yang merupakan teman dekat Eza,Kakak sepupu Shasa,juga sosok lelaki yang takut akan kehilangan. Mereka berdua dipertemukan secara tidak sengaja di depan Aula sekolah. Saat Shasa menganggap Ryan sebagai seorang Kakak yang selalu menopangnya, benih-benih cinta itu pun tak pelak ia rasakan… sosok Ryan yang selalu membuat hari Shasa indah dengan senyumannya telah meluluh lantahkan hatinya.dan begitu juga sosok Shasa yang sangat berarti bagi Ryan yang selalu menemaninya di saat-saat terakhir Ryan dalam berjuang melawan kanker otak yang telah menggerogoti tubuhnya?...sayangnya Cinta tak dapat memepersatukan mereka karena ajal yang telah lebih dulu menjemput Ryan..
Cinta itu datang dan pergi tak tentu arah, mengalir bagaikan air dan tak pernah terduga…membawa kebahagiaan saat ia datang dan membawa kesedihan di saat ia pergi. Itulah yang Shasa rasakan saat ia mengenal Ryan dan saat ia harus kehilangan Ryan untuk selama-lamanya.

Selasa, 28 September 2010

aku tak tau...


Aku tak tau…

disaat kau ada
aku merasa ta’ membutuhkanmu
tapi disaat kau menghilang
kenapa aku merasa ingin mencarimu
disaat kau dekat
aku merasa ta’ ingin bersamamu
tapi disaat kau dengan yang lainnya
kenapa aku merasa sakit melihatnya
aku ta’ kuasa menafsirkan rasa jiwa
ketakutanku terlalu dalam untuk menetapkannya
tapi hati ingin slalu menemukanmu
memastikan tentang keadaanmu
rindupun menjadi duri di jiwa
membuat wajahku basah dengan air mata
hati gelisah dengan berbagai tanya
ingin kusampaikan namun bibir ta’ mampu untuk berkata
dengarkanlah bisik hatiku
rasakanlah dengan setulus jiwamu
bacalah setiap sorot mataku saat menatapmu
setiap tingkah laku ku saat bersamamu

Entah....


kala sepi menyayat hati
kelelahan jiwa menemani
tertatih-tatih langkahkan kaki
pijak jalan kehidupan penuh duri
raih mimpi tak bertepi
gapai cinta tak pernah bermakna
senandungkan kidung asmara
urai dalam bait-bait derita
debur ombak kehidupan
hantam karang keteguhan hati
mencoba tegarkan jiwa
dari cerita cinta penuh luka
ku akui begitu banyak cinta
yang datang dan pergi
tapi tak satupun cinta yang mampu
menyemaikan segala rasa dikalbu
yang telah gersang dan mengering
walau bibir selalu tersenyum
tapi hati menangis pilu
dihimpit dilema yang membelenggu
jangan cintai………
karena tak pantas untuk dicintai
jangan sayangi……..
karena tak pantas untuk disayayangi
jangan berharap……..
karena tak pantas untuk diharap
biarlah semua berjalan
mengikuti alur roda kehidupan
biarlah semua berlalu mengikuti
kehendak yang MAHA TAHU

Senin, 06 September 2010

TULISAN TERAKHIRKU UNTUKMU SANG PENYEMANGATKU

Tulisan terakhirku untukmu
Sang penyemangatku…….
Setiap kali menulis, setiap itu pula gresan pena ini terhalang oleh tangis dan setiap kali menitikkan air mata, setiap itu pula aku terluka.
Sepanjang saat aku mengenalmu, ku lihat dirimu adalah sosok yang cerdas, dewasa dan bijaksana. Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini. Sekalipun nantinya engkau akan remas kertas ini, lalu engkau robek-robek seperti sebelumnya kau telah remas hati ini dan telah kau robek-robek pula perasaannya.
Sang penyemangatku, satu tahun yang t’lah berlalu merupakan
tahun kbahagiaan bagiku. Aku begitu bahagia saat kau mengisi hari-hari sepiku. Harapan ku pada setiap harinya agar aku dapat berjumpa denganmu dan melihat senyumanmu. Kebahagiaan ku setiap saat adalah setipa kali aku galau kau selalu tenangkan hati ku. Lalu.. berlalulah waktu, dan selama itu pula aku mencoba setia dan tak berpaling darimu walau pada akhirnya kini kau t’lah meninggalkanku.
Kini… aku mencoba untuk mengikhlaskan kepergianmu dari sisiku dan bahagia melihat mu menemukan pengganti yang jauh lebih baik dariku. Walaupun tatkala itu, hatiku merasa teriris-iris dan air mata ku pun mengalir.entah apa rasanya hati ini ? bahagia t’lah bercampur dengan duka dan tangis t’lah bercampur dengan tawa.
Waktupun terus berlalu seakan-akan menyeretku dengan berat. Kiranya setelah pertemuan mu dengannya, aku tak lagi mengenal dirimu yang dulu
Senyummu yang selama ini menjadi pelipur lara dalam kesedihanku sekarang t’lah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh gelapnya malam. Tawamu yang selama ini kujadikan buluh perindu sekarang t’lah tenggelam seperti batu yang dijatuhkan ke dalam kolam yang hening dengan dedaunan yang berguguran. Memang bahagiamu adalah bahagiaku tapi aku rasa tangisku bukan tangismu karena kini aku benar-benar tidak mengenalmu lagi dan secara perlahan kau meninggalkanku.
Detik demi deting ku hitung hanya untuk mendengar suaramu. Setiap kali ku terbangun dari tidurku, aku berharap ada telepon atau sms yang biasanya buatku tersenyum. Akan tetapi semua itu tidak ada dan penantianku sia-sia. Dan harapan ku hancur berkeping,Yang ada hanya keputusasaan. Dan yang tersisa hanya kesedihan dari semua keletihan yang aku rasakan. Kini.. aku hanya bisa menangisi diri dan takdir yang t’lahdi gariskan.
Sang penyemangatku… aku tidak meminta banyak darimu…aku hanya ingin kau kembali seperti kau yang pertama kali ku kenal dulu. Karena aku begitu merindukan sosokmu yang dulu..
Walupun kini kau t’lah berubah ada satu hal yang tak kan pernah sirna dari diriku yaitu rasa sayang ku padamu yang masih seperti dulu. Yang masih seperti lautan yang tak pernah kering dan masih seperti angin yang tak pernah berhenti. Dan jika kau tetap pada sikapmu biarkanlah peri kecilmu yang t’lah bersayap ini terbang mengepakkan sayapnya untuk menggapai mimipi-mimpi indahnya tanpa dihantui bayang-bayangmu

Ku tunggu balasan darimu……..

Dari :

sang pecinta mawar, peri kecilmu yang t’lah bersayap

Minggu, 29 Agustus 2010

My Dream Boy is Rama


“My Dream Boy is Rama”

Oleh : N.Aini Latifah


Pagi itu jam dinding di kelas ku menunjukan pukul 9.45…suasana kelas tampak begitu ramai ditambah lagi udara kelas yang cukup panas. Hal ini dikarenakan guru bahasa inggris ku yang killer itu tidak hadir dikarenakan sakit. “ Huhhh, gila panas banget sih di kelas mana berisik banget lagi ?”celetukku pada teman sebangku ku Reina.”Iya nih pusing aku juga lama – lama di kelas terus ? mendingan kita keluar aja yuk kita liat anak cowok yang lagi maen basket.cuci mata dikit gitu..hehehe”.ujar Reina sambil tersenyum tipis.
Aku dan Reina pun asyik melihat anak cowok bermain basket. Kebetulan kelas kami berada di lantai dua sehingga terkesan sejuk. Angina sepoi – sepoi pun menemani kami berdua bersenda gurau di teras kelas.
Dari kejauhan tampak keluar dari ruang guru terlihat sosok berperawakan tinggi,tampan,cool membawa setumpuk kamus bahasa inggris.”Waawwwwwwwww ada Rama. hmmm udah cakep,pinter,ramah,keren,rajin lagi. Perfecto abis deh !”gumamku dalam hati.”Heh !!! beengong? Ngeliatin siapa sih? ”ucap Reina membuyarkan lamunanku.”ah enggak.siapa yang bengong ?”jawabku,”Kamu ngeliatin anak itu ya?suka ya ma dia,hayooooooo ?”tanya Reina penasaran.”Ihhhh siapa lagi.enggak ko?”jawabku tersipu malu.”Masa sih??hemm ko ngeliatinnya gitu banget ya?”ejek Reina padaku.”Eh kelas lain udah pada pulang tuh, kita pulang aja yuk,lagian juga kita gak ada gurunya kan ?”ujarku seraya mengalihkan pembicaraan.”iya nih aku juga udah pengen pulang banget”.ucap Reina yang kebingungan melihat tingkahku.”ya udah yuk kita ambil tas dulu di kelas”.ajakku pada Reina.”ya udah yuuuk”kami berdua pun meninggalkan teras kelas. Tak lama kemudian bel sekolah pun berbunyi teeeeetttttttttttttttttttt…teeeeeeetttttttttttt…teeeeeeeettttttttttttttt..menandakan waktunya pulang dan aku pun bergegas memakai tas dan pulang bersama teman-temanku.
Di sepanjang perjalanan pulang ke rumah,aku selalu teringat sosoknya.yaa…. dia adalah Rama sosok pujaan hatiku ketika aku kelas dua dan kini aku sudah menginjak ke kelas tiga. Kesederhanaan dan keramahannya membuat aku tertarik padanya dan aku begitu mengaguminya. Dimataku dia begitu sempurna. Walaupun aku tahu bahwa di dunia ini tak ada yang sempurna pasti setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pertama kali aku mengenalnya ketika pentas seni drama Kabaret di sekolahku. Kelas ku dan kelasnya menjadi finalis drama kabaret antar kelas.sayangnya dia tak terlalu mengenalku.
***
Keesokan harinya….
“Manda !!! bagun,kamu enggak sekolah ??”.tanya Mamah sambil mengetuk pintu kamarku.”Iya Mah bentar.Manda sekolah ko”.Saat ku membuka mata, mataku langsung tertuju pada jam dinding yang ada di kamarku.”Hahhh??? jam setengah tujuh???Aaaaarrrrrggghhh aku kesiangannn !!!”.akupun langsung bergegas membuka selimut tebal ku lalu mandi…
Selesai mandi…
“Aduhh pake kesiangan segala lagi mana hari ini upacara,bisa-bisa aku disuruh lari 10 keliling lapangan basket sekolah kalo sampe telat.gimana ya?(terdiam sesaat).Aha…aku minta tolong anterin ka Ryan aja ah”…aku pun pergi menuju kamar ka Ryan.
“Ka Ryan bangun! anterin Manda ke sekolah yuk Manda telat nih ka?”bujukku pada Ka Ryan.”ga mau ah Ka Ryan masih ngantuk de, naik ojek mang Udin aja sana”.Kak Ryan menolak.”ayo dong ka please bentar aja atau enggak manda bilangin mamah nih..Mmmaa”.belum selesai aku memanggil Mamah,Ka Ryan mendekap mulutku.”Iya-iya ah.bisanya ngadu aja lu..huuuhfft”.”Nah gitu dong ka,itu baru kakaknya Manda yang ganteng.hehehe
Setibanya di pintu gerbang sekolah…….ternyata upacara sudah di mulai.emang sih aku di perbolehkan masuk tapi selesai upacara nanti aku harus menerima hukuman karena aku terlambat..”Uhhh hari senin emang hari yang paling nyebelin kenapa sih pake harus ada upacara bendera segala mana abis upacara pelajaran olahraga kan capek udah diri berjam-jam langsung olahraga”ujar Manda menggerutu dalam hati. Saat aku melihat orang-orang di sekelilingku,”Ups,ternyata Rama kesiangan juga ya? Hemm jadi ga sia-sia juga aku telat.hehehe.
Saat itu ada sekitar sepuluh orang anak yang terlambat termasuk aku dan Rama.dengan bebas aku dapat memandang Rama.hingga aku tak sadar kalo Rama sudah berada tepat di depan wajahku.”Helloww?”Tanya Rama heran.”Eh,ada apa?”(tersentak kaget).”ko bengong aja sih? Aku mau nanya sekarang jam berapa sih, kira-kira masih lama ga ya upacaranya?”.”baru jam setengah delapan yaaa masih sekitar setengah jam lagi lah.kenapa emang?”soalnya aku lupa ga bawa buku paket Fisika lu tau sendiri kan Pak Marwoto galaknya kaya apa?pasti aku ga boleh ikut pelajarannya hari ini,hemmm gimana ya?”ujar Rama menjelaskan panjang lebar.”Ohh..kebetulan aku ada pelajarannya,nih(memberikan buku) pake dulu aja punya aku.nanti aku pelajarannnya abis istirahat”(tersenyum manis).”Bener nih? Ngomong-ngomong, kamu anak kelas mana ya ko aku baru liat?”tanya Rama.”Iya,pake aja dulu.aku anak kelas 3 IPA 4”.”Oh… ya udah aku pinjem dulu yah?nanti istirahat aku ke kelas kamu deh.”(memasukkan buku kedalam tasnya)
Di depan sana Kepala Sekolah sudah selesai memberikan amanat upacara dan upacara pun selesai. Berhubung Wakasek Kesiswaan sedang berhalangan hadir, Aku pun dan siswa lainnya yang terlambat terbebas dari hukuman lari 10 keliling lapangan basket.”yes !!! keberuntungan emang selalu berpihak padaku…walaupun hari ini aku telat tapi aku bisa liatin Rama, udah gitu dia pinjam buku aku lagi …dan kali ini aku juga terbebas dari hukuman.hehehe. Ternyata hari senin sekarang enggak terlalu buruk malah sangat menyenangkan.semoga aja hari senin depan bisa kayagini lagi.hehehe”.gumamku dalam hati.
Aku pun meninggalkan lapangan basket dan berlalu menuju kelas tapi dari kejauhan terdengar ada seseorang yang memanggilku.”hey.hey tunggu,”suara itu semakin terdengar begitu jelas.saat ku menoleh ke belakang…”Rama ???mau ngapain lagi dia manggil-manggil aku?”tanyaku dalam hati.”sorry ya aku manggil-manggil kamu abis tadi aku lupa nanya nama kamu.nanti gimana ngembaliin bukunya kalo aku enggak tau nama kamu ?aku Rama.kamu siapa?”.”aku Manda”. Aku dan Rama pun berjabat tangan.”Ya udah ya aku ke kelas duluan soalnya sekarang pelajaran olahraga udah buru-buru.”ohh ya udah duluan aja nanti istirahat aku ke kelas kamu deh”.mereka berduapun berlalu meniggalkan lapangan basket dan menuju kelas masing-masing.
Aku pun berjalan menuju kelas.tangga demi tangga pun telah aku lewati. “Ya ampun seneng banget deh hari ini bisa kenal sama Rama dan ternyata Rama itu orangnya baik banget. dulu aku cuma bisa liatin kamu dari jauh aja Ram,tapi hari ini aku bisa ngobrol langsung sama kamu. dan aku ga salah pilih memilih dia sebagai cowok impian ku…tapi, mungkin cintaku hanya di ujung mimpi mana mungkin cowok seperfect Rama suka ma cewek biasa aja kayak aku.tapi, gak apa-apa deh bisa kenal dia aja aku udah seneng banget. Makasih ya Tuhan sudah memperkenankan aku mengenal Rama yaa seengganya sebelum perpisahan sekolah nanti”.hemm jadi ga sabar nunggu istirahat..hehe.tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku.
“heh,kenapa senyum-senyum sendiri kaya orang gila aja?cieee yang lagi seneng pdkt ma Rama?”ledek Reina.”ihhhhhhh jadi dari tadi kamu mata-matain aku ya?awas ya ?”…”enggak ko sumpah deh cuma tadi kebetulan lewat aja.hehehe”.karena Pak Sumarto sudah berada kelas aku dan Rei pun cepat-cepat masuk kelas.
Jam isirahat yang daritadi aku nanti-nantikan pun kini telah tiba…
Saat aku asyik membaca novel berjudul Dua Kepiting Mencari dunia milik Tari tiba-tiba Arief sang ketua kelas memanggilku.”Manda,tuh ada yang nyari kamu…cieee prikitiwww…”ejek Arief padaku.”apaan sih kamu?aneh !!!”.aku pun keluar kelas.
“Manda,nih bukunya…makasih ya kamu udah menyelamatkan aku dari Pak Marwoto.hehe”.”Oooh iya sama-sama Ram.uang sewanya mana ??eh ga ko cuma becanda aja hehe”.kataku yang begitu berbunga-bunga.”ah kamu bisa aja deh ?nanti kalo buku aku ketinggalan lagi kamu masih mau minjemin buku kamu sama aku kan?tanya Rama serius.”Iya.tenang aja lagi…asal enggak pinjem baju olahraga aku aja Ram.hehehe”.ucapku tersenyum.”Ya iyalah mana muat baju kamu ma aku? kamu ini ya bikin aku ketawa aja.hehe, btw aku balik ke kelas dulu yah…”.”iya….laen kali jangan sampe ketinggalan lagi bukunya ya Ram...”.Rama pun hanya tersenyum pada ku.dan senyumnya itu loh buat aku kelepek-kelepek (wah lebay deh.Gubrakkkk !!!). Sejak saat itu aku dan Rama pun menjadi dekat. kami sering pinjem-pinjeman buku,smsan nanyain PR,pulang sekolah bareng karena kebetulan rumah ku dan rumahnya satu arah.
Seneng banget deh akhir-akhir ini aku deket sama Rama..cowok yang udah satu tahun terakhir ini jadi cowok impianku. Andai aja Rama tau perasaan aku sebenarnya? Tentu saja aku akan jauh lebih senang dari ini. Ga liat dia sehari aja dunia terasa hampa, dalam radius dua 200 meter aku liat kamu ajah hati ku begitu berbunga-bunga. Emang sih terkesan lebai. Ya inilah rasanya jatuh cinta berjuta rasanya, Siang dan malam enggak berhenti memikirnya. Tapi, aku enggak tau gimana caranya aku bilang sama Rama kalo aku suka sama dia? enggak mungkin kan kalo aku terus terang sama dia? Tapi waktu aku buat sama-sama Rama udah enggak lama lagi karena akhir bulan ini udah ujian sekolah, dan bulan depan udah perpisahan ?hemmm mungkin biar saja semua ini berjalan
mengalir seperti air karena aku yakin semua ini kan indah pada waktunya.
***
“Eh, senin kan udah ujian? Gimana kalo pulang sekolah nanti kita maen di rumah Ufe,nonton film sambil ngerujak gitu ?”ajak Tari.”Yuuk.. lagian kan kita udah lama banget engga ngumpul – ngumpul bareng ?”imbuh Arief.”Boleh juga tuh lidenya lagian aku juga lagi males di rumah.ya udah tinggal bilang sama anak-anak yang lainnya aja.”.kata Ku.
Setelah pulang sekolah aku dan teman sekelasku yang kebetulan bergabung dalam kelompok drama Kabaret (yang terdiri dari 11 orang) ngumpul-ngumpul bareng di rumah Ufe. Nonton film horror sambil ngerujak asyik banget deh apalagi rame-rame…setelah film horrornya selesai eh semuanya malah pada ngerumpi…disaat sedang asyik ngerumpi Ufe pun memotong pembicaraan…” Eh Guys,maen jujur-jujuran yuk tentang dream boy dan dream girl kalian di sekolah, kita kan udah mau pisah nih.gimana setuju gak ?kata Ufe.”Ok!!! siapa takut ?gue mah hayu-hayu aja. ujar Dimas mengamini. “gimana yang laennya, setuju ga ?” Tanya Ufe.Aku dan anak- anak lainnyapun setuju dan kami pun duduk dengan membuat satu lingkaran. Dan di tengah ada satu buah tip-x yang siap untuk di putar (enggak modal banget ya pake tip-x maklum aja kan anak sekolah :D).pada siapa pun arah tip-x itu berhenti berputar maka dia harus bicara sejujur-jujurnya siapa dream boy atau dream girl masing-masing selama 3 tahun di sekolah. Tip-x pun diputar oleh Chika perasaan dag dig dug pun menghantui aku dan anak-anak lainnya…ohhh tidak !!! tip-x itu pun berhenti berputar tepat menunjuk padaku.”Yes !!! selamat,selamat gue.”ucap Dimas sambil mengelus dada.”Sesuai perjanjian karena tip-x itu berhenti di lo sekarang lo harus jujur sama kita semua siapa cowok idaman lo di sekolah ?tanya Chika.” Ok ok .. Aku bakal jujur sama kalian semua huhhhh tarik nafas dulu yaa…emmm cowok impian aku……”.(terdiam sejenak)”Ayo dong Manda cepetan ngomongnya siapa sih?”tanya Aldo penasaran.” “Rama!”jawabku .semua tersentak kaget.”wewww Rama anak kelas 3 Ipa 2 yang akhir-akhir ini sahabatan ma lo ?”Tanya Dimas.”Iya dim sebenernya aku suka sama Rama dari kelas dua semenjak pentas seni drama kabaret itu. dan aku mohon sama kalian semua yang ada di sini buat merahasiakan ini. dan jangan sampai Rama tau tentang ini,karena aku gak mau merusak persahabatan aku dan dia karena menurut aku kalo seandainya aku jadian sama dia,terus putus kan enggak enak lebih baik seperti ini.bisa selalu ada di sampingnya hanya untuk menjadi sahabatnya saja aku sudah cukup senang”.pintaku.”Bener banget tuh nda, karena cinta itu kan enggak harus memiliki. Dan kamu tenang aja Manda…kita janji buat ga bilang ma siapa-siapa termasuk Rama.”janji Ufe padaku yang punya usul buat jujur-jujuran ini.”Ok sekarang kita puter lagi ya tip-x nya nih Manda sekarang giliran kamu yang muter”.Chika memberikan tip-x nya pada ku.acara ini pun terus berlanjut sampai semuanya kebagian untuk bicara jujur. Sekarang, aku dan anak-anak lainnya pun jadi tau dream boy dan dream girlnya masing-masing. emang sih tadinya malu-malu gitu pas tadi harus jujur depan anak-anak tapi sekarang rasanya udah lega banget dan kita semua berjanji akan merahasiakan ini pada siapapun. dan kita berharap di hari perpisahan sekolah nanti kita bisa bahagia ma dream girl dan dream boy nya masing- masing yaaa seengganya untuk yang terakhir kalinya.
***
Ujian sekolah sudah berlalu…ujian praktek juga sudah selesai dan itu artinya waktu aku buat sama - sama Rama hanya tinggal menghitung hari…
Aku pikir hari ini masuk sekolah tapi ternyata, masih libur soalnya undangan perpisahannya belum jadi. padahal aku udah kangen banget sama guru dan teman-temanku. Apalagi, liat Rama tersenyum ramah sama aku.hemmm udah satu minggu lebih aku enggak ketemu dia. Paling juga kemarin aku cuma sms doang itupun cuma nanyain sekolah masuknya kapan?. Kenapa sih aku selalu kepikiran Rama terus? Aku terlalu banyak berharap ma dia.padahal dia tuh cuma cowok impian aku aja dan enggak mungkin jadi nyata. Aku pikir liburan kali ini adalah waktu yang tepat buat lupain Rama tapi ternyata aku salah. Justru aku malah semakin merindukannya karena nama dia selalu menghantui aku kemanapun Aku pergi. Mulai dari pangkas rambut “Rama Jaya” samping rumah ku,”Rama Loundry” depan Counter langgananku, kemarin Mamah ajak aku ke “Mal Ramayana”,Aku seneng liat “Ramalan bintang” di majalah Gaul, tiap hari minggu Aku latihan “Drama Kabaret” buat acara perpisahan nanti, “Hotel Panorama” yang selalu aku lewatin kalo aku mau ke rumah Rei, Om Andri adiknya papah kerja di “PT. Indorama”,Aku sama Papah suruh kuliah di Universitas“Paramadina” dan tinggal di “Asrama”. Ya ampun Rama,Rama dan Rama terus yang ada di pikiranku? Bisa gila aku kalo lama-lama kayagini terus? banyak banget kata yang ada sangkut pautnya sama Rama di saat Aku mau lupain Dia?. Gimana mau lupa kalo kayak gini caranya ? plis deh,aku tuh harus lupain Rama. Tapi gimana caranya ?...
***
Akhirnya Perpisahan sekolah pun telah tiba..Kenapa sih di saat aku kenal deket sama Rama harus ada kata yang namanya Perpisahan ? huhhhh sebel deh.
Acara demi acara pun berjalan dengan lancar… Aku seneng banget …ternyata, impian aku dan teman-teman ku tentang dream boy dan dream girlnya di hari perpisahan bener-bener jadi kenyataan hari ini. Aku bisa foto bareng dan ngobrol-ngobrol sama Rama, Ufe sama Anida, Tari sama Hendra, Rei sama Eki, Rini sama Steven, Wulan sama Roy…Tapi kenapa kebahagiaan ini harus ada di ujung perpisahan aku sama mereka? Perasaan Aku hari ini bercampur aduk… Deg-degan nungguin pengumuman kelulusan, Seneng karena aku dan teman-teman lulus semua dan bisa melihat mereka bisa bersama dream boy dan dream girlnya masing-masing, Sedih karena aku harus ninggalin sekolah yang penuh dengan kenangan. terutama kenangan tentang Rama. Dan kenangan tentang kisah persahabatan dan percintaan ku…sungguh kenangan yang terlalu indah untuk di lupakan…
Saat acara sudah berakhir setelah aku ganti baju usai pertunjukan drama Kabaret…
“Manda?”.suara itu begitu tak asing lagi ku dengar..yaaaa itu adalah suara Rama. Sebenarnya Aku tak ingin menemuinya tapi jujur aku begitu merindukannya. “ Iya Ram.kenapa ?”.jawabku.” kamu enggak kangen sama aku, kan udah lama kita ga ketemu ?hehe.” ihhh ngapain aku kangen sama kamu enggak banget deh?”jawabku sinis.”ko jutek banget sih? Ya udah kalo gitu aku pergi. Maaf kalo kehadiranku di sini mengganggu kamu”.Rama pun pergi meningalkan ku.” Tunggu Ram !!!”aku memanggilnya .” iya apa sayang ??hehe.aku tau kamu kangen sama aku iya kan? Hayoo ngaku ?”.”iya-iya aku emang kangen sam kamu .kenapa emang?”.”Emmm Manda, maafin aku ya kalo selama aku jadi sahabat kamu aku suka nyakitin kamu dan buat salah sama kamu. Hari ini aku mau pergi ke Bandung karena Ayah ku menginginkan aku kuliah disana.”Aku pun terdiam…Ya Tuhan…Kenapa Kebahagiaan ini singgah hanya sesaat, aku tak ingin semuanya cepat berakhir.”Ram, boleh Aku peluk Kamu?”tanyaku.” Nih peluk aja.” Aku pun memeluknya begitu erat seakan tak rela kalau dia pergi.”Ram, maafin Manda juga ya kalo Manda sering nyusahin Rama. Rama kabarin Manda terus yah jangan lupain Manda kalo Rama udah punya temen baru disana.” Pasti Manda.kamu satu-satunya sahabat terbaik yang Rama punya dan mungkin kamu terlalu berharga buat di lupakan ? Makasih yah Manda udah mau jadi sahabat Rama,Rama sayang Manda”.Aku pun sudah tak mampu membendung air mata ini.air mata Ku pun tak terasa membasahi pipiku.” Manda,Rama pergi ya Manda enggak boleh nangis. Jaga diri baik-baik Rama pasti bakal balik lagi kok.Rama pergi sekarang ya soalnya udah di tunggu di rumah.”…”iya. hati- hati ya Ram.” Akupun hanya mengangguk dan tersenyum.Rama pun pergi meninggalkanku saat anak-anak paduan suara menyanyikan lagu “semua tentang kita” yang di nyanyikan Band Peterpan. Aku mencoba tersenyum saat kau pergi Ram,meski lara hati menangis melepasmu. Andaikan kau tau betapa aku sangat mencintaimu? Walau waktu kini tlah berlalu pergi memisahkan aku dan kamu. Aku berharap kamu tidak akan melupakanku.
Kini aku menyadari bahwa cinta memang tidak bisa dipaksakan.tapi,walau cinta tak dapat mempersatukan aku dan Rama dalam satu ikatan tapi cinta dapat mempersatukan kita lewat persahabatan…