Jumat, 03 Desember 2010

Cerpen Puisi Aku,Kamu,Sahabatku: yaAllahyaTuhanku

Cerpen Puisi Aku,Kamu,Sahabatku: yaAllahyaTuhanku

Ya Allah Ya Tuhanku.....


Ya Allah Ya Tuhanku……..

Engkau mengujiku pasti dengan sesuatu yang aku mampu
Karena Engkau maha tahu apa yang terbaik untukku
Engkau memberi atau mengambil, agar terhapus dariku rasa memiliki
Dan kembali menyadari bahwa pada-Mu aku akan kembali
Engkau memberikan aku gembira atau duka
Agar hatiku tidak kotor dengan rasa bangga dan tunduk
Merendah pada-Mu dalam semua perkara
Engkau mengujiku dengan ujian agar diriku lebih teguh beriman
Dan lebih kerap menadah tangan, memohon pada-Mu wahai Tuhan..
Engkau yang Maha Bijaksana mengatur hidupku dengan sempurna
Meski diriku kerap terlupa, Namun kasih-Mu tak pernah sirna…..

Sabtu, 27 November 2010

Terimakasih Ibu

Terimakasih ibu...

Wahai anakku… beberapa yang telah berlalu sebelum kelahiranmu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun terindah dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan tentang kehamilanku, dan semua ibu sangat mengerti arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini, sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi ibu.

Semenjak kabar gembira tersebut, aku membawamu sembilan bulan. Tidur, berdiri, makan, dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi, itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu. Aku mengandungmu wahai anakku, pada kondisi lemah di atas lemah. Bersamaan dengan itu, aku begitu gembira tatkala merasakan dan melihat terjalan kakimu, atau balikan badanmu di perutku.

Aku merasa puas, setiap aku menimbang diriku, karena bila semakin hari semakin berat perutku, berarti dengan begitu engkau sehat wal afiat di dalam rahimku.

Anakku… Penderitaan yang berkepanjangan menderaku, sampailah tiba pada malam itu, yang aku tidak bisa tidur sekejap pun, aku merasakan sakit yang tidak tertahankan, dan merasakan takut yang tidak bisa dilukiskan. Sakit itu berlanjut, sehingga membuatku tidak dapat lagi menangis. Sebanyak itu pula, aku melihat kematian di hadapanku, hingga tibalah waktunya engkau keluar ke dunia, dan engkau lahir. Bercampur air mata kebahagiaanku dengan air mata tangismu. Ketika engkau lahir, menetes air mata bahagiaku.

Dengan itu, sirna semua keletihan dan kesedihan, hilang semua sakit dan penderitaan, bahkan kasihku kepadamu semakin bertambah, dengan bertambah kuatnya sakit.

Aku raih dirimu, sebelum ku raih minuman. Aku peluk cium dirimu, sebelum meneguk satu tetes air yang ada di kerongkongan.

Wahai anakku… Telah berlalu setahun dari usiamu. Aku membawamu dengan hatiku, memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku. Sari pati hidupku, kuberikan kepadamu. Aku tidak tidur, demi tidurmu, berletih demi kebahagiaanmu. Harapanku pada setiap harinya, agar aku selalu melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat, adalah setiap permintaanmu agar aku berbuat sesuatu untukmu. Itulah kebahagiaanku.



Lalu berlalulah waktu, hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, selama itu pula, aku setia menjadi pelayanmu yang tidak pernah lalai… menjadi dayangmu yang tidak pernah berhenti… menjadi pekerjamu yang tidak pernah lelah… dan mendoakan selalu kebaikan dan taufiq untukmu.......



subhanallah betapa besar pengorbanan seorang ibu untuk kita anaknya...sampai kapanpun kita tak kan mampu untuk membalasnya.......justru seringkali kita menyakiti hatinyaMaka dari itu selagi masih ada kesempatan jangan sia-siakan peluang itu. Selagi ibu kita masih hidup maka segeralah ambil tindakan untuk menyenangkan hatinya. Jangan sampai kita menyesal seperti drama kehidupan yang terjadi pada kebanyakan orang yang telah kehilangan peluang untuk membalas segala kebaikan ibunya. Ibunya telah terbujur kaku dan ruhnya telah pergi jauh sebelum ia sempat memberikan yang terbaik baginya. Penyesalan tak ada gunanya. Yang terbaik adalah lakukan sekarang. segera raih kesempatan itu. Cium tangan ibu kita minta restunya dan mohon ampunannya ... 

Kamis, 25 November 2010

Harapku


Masih tetap ku menanti dalam sunyi....
Berdoa agar kau kembali.........

Rabu, 24 November 2010

Terimakasih "Sang Penyemangatku"


Terimakasih Sang Penyemangatku

Ku rasakan indah satu tahun merajut cinta bersamamu
Walau kini semuanya harus berujung pilu
Mulai saat ini aku harus terbiasa lewati hari-hari sepiku tanpamu
Kini aku harus berjalan sendiri..
Melewati pagi yang menyejukan, siang yang selalu ku rasa melelahkan,
Senja sore yang kemerah-merahan,
Dan indahnya malam yang dihiasi ribuan gemerlipnya cahaya bintang..
Peri kecilmu ini akan terbang…
Bersama kesedihan yang selama ini aku rasakan,
Bersama bahagia yang tlah kau hadirkan,
Bersama cinta dan kasih yang pernah kau berikan,
Bersama semangatmu yang selalu kau tularkan,
Bersama nasihatmu yang selalu menemani langkah kecilku…
Bagiku kau adalah pelangi ketika mendung menyapaku,
Lentera yang menerangi gelapnya malamku,
kau adalah inspirasi dalam setiap tulisanku..
Dan kau pula yang pertama kali membuat aku bahagia atas keberadaan Cinta….
Tak pernah terlintas dalam benak ku untuk melupakan,
Karena sosokmu tak akan ernah tergantikan
Terimakasih atas segala yang telah kau berikan
Terimakasih sang penyemangatku..aku ucapkan.....

"Peri kecilmu yang Tlah Bersayap"

Minggu, 21 November 2010

kematian














SAHABAT…………

Pada saat suatu nanti maut akan datang menjemput kita,,,,,,,,,
Tahukah kalian akan makna kematian ???
Ya, kematian merupakan hal yang biasa kita jumpai tetapi kematian juga masih merupakan momok bagi kita jika seandainya kematian itu terjadi pada diri kita. Sadarlah, kematian akan datang pada kita karena perlahan setiap detik, menit, jam, hari yang kita punya di dunia berkurang. Dunia tidak dapat menampung kita selamanya karena duniapun tidak akan abadi.

Lalu setelah mati?
Kematian bukan sebuah akhir perjalanan. Memang, sebuah akhir perjalanan di dunia tetapi juga sebuah awal perjalanan menuju “masa depan” yang kekal. Perjalanan yang sangat berat yang harus kita tempuh sendiri tanpa ditemani keluarga, teman-teman. Mempertanggungjawabkan dan menerima konsekwensi atas semua yang telah dilakukan di dunia.

Sekilas, tulisan di atas mungkin sama saja dengan yang lainnya. Tapi, lihatlah “masa depan” itu. Sekarang kita bisa menghabiskan waktu sesuka kita. Tapi,ketika semua kegiatan kita hanyalah hura-hura, semuanya tidaklah berarti jika kita merenungi akan masa depan kita. Tidak akan berdampak pada masa depan.

Sahabat, bukan maksud saya untuk membuat kalian takut, menyalahkan takdir atau bahkan Tuhan atas hal yang akan menimpa kita tapi saya hanya ingin kita semua sadar akan hal ini. Menyesali keadaaan malah akan memperburuk kita. Saya tidak akan menyuruh kalian untuk segera bertobat karena tujuan saya menulis seperti ini tidaklah untuk itu. Kalian sendirilah yang tau pilihan mana yang akan kalian pilih nantinya. Jalani saja apa yang ada dan ingat selalu akan “masa depan” itu.

Wahai diri, tidak ada yang paling pasti di dunia kecuali kematian..ia datang dengan paksa, tak pernah memberi pilihan. Tapi yang Maha Pengendali kematian begitu pemurah,memberi kesempatan seluas-luasnya kepada kita untuk memilih cara hidup setelah mati sesuai dengan keinginan kita.

Apakah setelah perjuangan berat sakaratul maut kita memperoleh kenikmatan yang tak pernah terbayangkan ,atau justru di jerembabkan dalam siksaan yang lebih dahsyat??
Jawabannya ada pada di setiap detik hidup kita di dunia ini………..

Selasa, 16 November 2010




PUISI DARI SESEORANG UNTUKKU....

rinai tangis dalam hatiku
bagai rintik hujan di kota
apa gerangan makna lesu
yang menyusup masuk kalbuku

agar dapat melukiskan hasratku, kekasih,
taruh bibirmu seperti bintang di langit kata-katamu,
ciuman dalam malam yang hidup,
dan deras lenganmu memeluk daku
seperti suatu nyala bertanda kemenangan
mimpikupun berada dalam
benderang dan abadi

mata mu berbinar-binar
alangkah indahnya
Diri mu,
mawar merekah di taman surga

Bidadariku,
Namamu tak terukir Dalam catatan harianku
Asal usulmu tak hadir Dalam diskusi kehidupanku
Wajah wujudmu tak terlukis Dalam sketsa mimpi-mimpiku
Indah suaramu tak terekam Dalam pita batinku
Namun kau hidup mengaliri Pori-pori cinta dan semangatku
Sebab
Kau adalah anugerah
Untukku
Wahai Bidadariku

Aku cemas bila kehilangan kau
Aku cemas pada kecemasanku

PadaMu
Kutitipkan secuil asa
Kau berikan selaksa bahagia
PadaMu
Kuharapkan setetes embun cinta
Tetapi Kau limpahkan samudera cinta

Ketika ku menemukan mu
Aku bagai menemukan harapan hidup
Seakan aku bias hidup lebih lama
Dengan kau ada di sisi ku
Aku merasa tenang………
Aku hidup di sisi mu………
Dan aku mati di hadapanmu………

KARNA SATU HAL YANG HARUS KAU TAU..
UNTUK MU AKU AKAN SETIA...

Kamis, 21 Oktober 2010

Ketika kau hiasi hariku dengan senyumanmu






“Ketika kau hiasi hariku
dengan senyumanmu”
oleh : Nur Aini Latifah


Saat itu… suasana perpustakaan sekolah begitu tampak sunyi…pak Tarno si penjaga perpustakakan pun tak terlihat batang hidungnya entah tak tau kemana perginya? Aku dan Vina begitu asyik memilah milih buku yang cocok untuk bahan praktikum kimia besok. Aku pun klik pada salah satu buku,ku buka halaman demi halaman,dan aku begitu serius memahami kata demi kata dalam buku itu.
Aku melirik pada jam tua yang tepat berada di sampingku.”ah baru jam 1 masih banyak waktu untukku
Berlama-lama di perpustakaan”.gumamku dalam hati.
“Sha, bukannya tadi kamu bilang sama aku jam 1 ada rapat Osis ya?”tanya Vina padaku.aku pun terdiam sejenak,
” Oh ya,ya ampun…aku lupa banget Vin. Pegang dulu ya bukunya nanti aku balik lagi”,aku pun bergegas pergi menuju ruang Osis yang berada dekat Aula sekolah yang lumayan jauh. Ku langkahkan kaki begitu cepat,suasana saat itu tampak begitu ramai karena bersamaan dengan jam pulang sekolah. Semua siswa siswi SMA NUSA BANGSA pun membludak, dan aku pun terus berjalan tanpa menghiraukannya sedikitpun. Di depan Aula sekolah…
“Awwwww !!!”akupun kesakitan karena gitar seorang cowok berperawakan tinggi itu mengenai kepalaku.” Upppsss maaf ya gue enggak sengaja”,cowok itu berusaha untuk meminta maaf pada ku.”Makannya kalo jalan tuh liat-liat kan sakit tau!!!”ucapku menggerutu kesal.” Coba sini gue liat?”cowok yang menggunakan helm itu pun mengelus-ngelus rambutku.”ko aku jadi deg-degan gini ya?”ujarku dalam hati.”ihhh apaan sih udah ah aku lagi buru-buru”,aku pun berlalu pergi dan terus berjalan ke ruang Osis yang hanya tinggal beberapa langkah lagi.
Aku sudah berdiri tepat di depan ruang Osis dengan menelan kekecewaan karena usahaku untuk mengejar waktu sia-sia. Ternyata Ruang Osis sudah terkunci rapat,
mungkin teman-teman terlalu lama menungguku sehingga mereka semua memutuskan untuk pulang.
Akhirnya aku kembali menemui Vina di perpustakaan, Dan ternyata Vina sudah menemukan buku yang cocok. Sehingga kami berdua pun memutuskan untuk pulang.
“Sha, jangan lupa besok bawa bahan-bahan buat praktikum.hati-hati ya”,aku hanya mengacungkan jempol dan tersenyum. Aku dan Vina berpisah di lapangan basket Vina menuju gerbang depan dan aku menuju gerbang belakang…
***
Kini… aku telah berada di Jln. Cempaka Blok A No.36 yang merupakan kediaman Kak Eza yang merupakan Kakak sepupuku. Sudah berulang kali ku mengucap salam tapi tak ada satupun penghuni rumah yang menjawab salamku dan membukakan pintu untukku. Saat ku coba membuka pintu, ternyata pintunya tidak di kunci sehingga ku putuskan untuk masuk dan menyelinap ke kamar Kak Eza karena rumah Kak Eza sudah ku anggap seperti rumahku sendiri. Aku lihat Kak Eza sedang tertidur begitu nyenyak.”pantesan dari tadi enggak ada yang bukain pintu eh ternyata orangnya lagi ngorok, Aku bangunin ah…hehe”. Aku pun mencoba membangunkannya.
“Kak Eza bangun dong !!! Shasa kangen nih pengen cerita-cerita”,bujukku sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.”Huffffthhh iya-iya Kak Eza bangun ni”,jawab Kak Eza masih setengah tidur.
Tak lama kemudian…ku mendengar suara tante Ana memanggil Kak Eza.
”Eza…Eza…ada Ryan tuh di depan”.
“Suruh masuk ke kamar Eza aja Mah”jawab Kak Eza.”Kenapa temennya disuruh masuk kamar sih ka, kan Shasa mau cerita-cerita sama Kaka?”tanya ku kesal.”Enggak apa-apa sih Sha kan biar tambah seru ceritanya”jawab Kak Eza tersenyum. Teman Kak Eza yang bernama Ryan itu kini telah berada di depan kamar Kak Eza.
“Sini Yan masuk”,Kak Eza pun memepersilakan Ryan masuk. Sedangkan aku sibuk bermain game di laptop Kesayangan Kak Eza.”Siapa tuh Za,ade lo ya?”tanya Ryan. “Bukan…dia sepupu gue.Sha sini nih kenalin temen Kakak?”Aku pun menghampiri mereka yang sedang asyik berbincang.
“wewww ni cowok ganteng banget, kok Kak Eza gak pernah cerita ya ma aku kalo punya temen secakep ini.eh tunggu dulu perasaan mukanya familiar banget tapi siapa ya dia?”aku pun bertanya-tanya.”Shasa!!! sini kok malah bengong di situ sih?”.ajak Kak Eza.
“Eh iya ka…”
“Kenalin ini Ryan temen deket Kakak dari SMP”Kak Eza pun mengenalkan Ryan pada ku.”Aku Shasa”,ucapku tersenyum.”Perasaan pernah liat tapi dimana ya?”tanya ku heran.”Shasa..Shasa…ya jelas aja sering liat orang Ryan itu satu sekolah sama kamu dia itu anak kelas 3 IPA 1 Kakak kelas mu”,ucap Kak Eza memberi tahu ku. Dan aku pun mencoba mengingatnya
”Oh iya Kak Shasa inget dia tuh yang bikin kepala Shasa benjol gara-gara gitarnya tadi pagi.Shasa inget banget helm yang dia pegang tuh”imbuhku.
”Maaf banget ya tadi pagi aku bener-bener gak sengaja,please maaf ya?”
Kok aku gak nyadar ya kalo cowok yang tadi pagi aku marahin secakep ini abis tadi dia pake helm sih.kalo aku tau dia cakep sih gak bakal aku marahin tadi.hehehe.
“Sha, ko malah bengong dimaafin gak tuh Ryan?”tanya Kak Eza.”eh IYA ka!!” jawabku dengan penuh semangat.
“Unik ya kisah perkenalan kalian.pake kejedot gitar segala.hahaha”.kami semua pun tertawa lepas dan hari itu adalah awal kedekatan aku dengan Ryan…
Siang yang indah itu pun berlalu…kini tibanya saat malam menjelang tidur . seperti biasa aku melakukan ritual sebelum tidur mengenang masa lalu yang indah dan mengkhayal tingkat tinggi sambil mendengarkan lagu-lagu mellow..hemmm kenapa aku kepikiran Ryan temennya Kak Eza terus ya? Emang sih kalo dari fisik emang Ok.. tapi biasanya orang yang ganteng itu kan playboy??? Ko aku jadi mikirin dia sih? Udah malem ah tidur dulu..aku pun menarik selimut tebalku dan mematikan lampu kamarku dan langsung tidur bersiap memasuki petualangan di dunia mimpi.hehe
***
Keesokan harinya saat aku berjalan di koridor sekolah….
“Shasa!!!”.ada suara yang memanggil nama ku dan aku pun menoleh.
”Eh Kak Ryan ada apa ?”
“Dari tadi aku panggil kamu tapi kamu gak nengok-nengok. Aku Cuma mau ajak kamu pulang bareng aja soalnya aku juga mau sekalian ke rumah Eza”. Menceritakan dengan nafas terengah-engah.
“Maaf ya Kak Shasa gak denger. Ya udah yuk …”
Aku dan Kak Ryan pun pulang bardua sambil cerita-cerita..di tengah perjalanan...
“Kak, nanti pacarnya marah loh Kakak pulang bareng Shasa?”.tanyaku serius
“Hah Pacar? Kakak gak punya pacar kali Sha,Shasa kali tuh yang nanti pacarnya marah??”Kak Ryan pun malah balik bertanya.
“Masa sih cowok sekeren Kakak gak punya pacar? Shasa juga gak punya pacar kak, udah putus cowok Shasa selingkuh dan Shasa belum mau pacaran dulu Kak”jawabku polos.
“Kita senasib Sha…cewek Kakak juga selingkuh.dan sampai sekarang Kakak masih jomblo dan belum kepikiran buat pacaran lagi”.
“Ternyata kita sama ya Sha korban perselingkuhan.dan sama-sama takut buat jatuh cinta lagi.hehe”.
Tidak terasa kini aku dan Kak Ryan pun sudah berada di depan rumah Kak Eza.
“Kak, Shasa pulang duluan ya…?”
“iyha Sha. Hati-hati ya…”
Semenjak hari itu, hampir setiap hari aku pulang sekolah bersama Kak Ryan curhat masalah ini itu mulai dari masalah di sekolah tentang guru killer sampai masa lalu tentang percintaan kita berdua. Hemmmh entah kenapa ada perasaan lebih saat aku dekat dengan Kak Ryan,rasanya tak ingin sedetikpun melewati hari tanpa Kak Ryan. Senyumannya selalu buat aku tenang saat aku dekat dengannya.aku begitu senang telah mengenalnya…Kak Ryan sosok yang ramah,selalu tersenyum setiap bertemu dengan siapapun. Aku juga ikut senang jika melihat Kak Ryan tersenyum.walaupun aku lagi kesel sekalipun, kalo liat Kak Ryan senyum keselnya jadi ilang.hadirnya Kak Ryan buat hidupku yang tadinya sepi menjadi indah,hehe.senyumnya itu loh selalu buat aku gak bisa tidur.hehe
***
Saat aku asyik membaca buku di taman sekolah..
“Heyy Sha, serius banget bacanya?”tanya Kak Ryan sambil menepuk pundakmu.
“Eh ada Kakak..gak ko biasa aja lagi…Shasa lagi sedih nih ka..?”
“Kenapa kok sedih? Cerita dong sama Kakak?”
“Semalem Shasa liat mantan Shasa sama cewek lain. Shasa Cuma heran aja ko tega banget dia lupain Shasa secepat itu dan semudah itu dia dapetin pengganti Shasa?”.aku mencoba membendung air mataku tapi air mata itu perlahan membasahi pipiku.
“Loh ko nangis? Jangan nangis sayang…masih banyak ko yang sayang sama Shasa. Kakak yakin akan datang cinta yang membuat Shasa senang.karena cinta akan datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah di kecewakan,kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah di khianati. Dan kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah di sakiti hatinya.jadi Shasa gak boleh sedih ya?”.
“Ya ka makasih ya…Shasa janji gak akan sedih lagi.”nasehatnya begitu menyejukkan hatiku.Kak Ryan pun merangkul ku. Ya ampun senangnya hatiku …
“Bay the way, semenjak Shasa kenal Kakak Kok Shasa perhatiin kayaknya Kak Ryan gak pernah punya masalah ya keliatannya bahagia terus senyum aja, nyanyi-nyanyi sambil maen gitar?”
“Setiap orang pasti punya masalah Sha Cuma Kakak gak mau aja nunjukin kesedihan Kakak. Kakak Cuma pengen liat orang-orang yang Kakak sayang bahagia disaat terakhir Kakak ?”
“Kakak kok ngomongnya gitu?” belum sempat Kak Ryan menjawab pertanyaanku dari kejauhan terlihat Vina berlari menuju arahku.
“Sha, cepetan Mrs.Mien udah dateng nanti bisa-bisa kamu gak boleh masuk Loh?”
“Ya udah duluan aja nanti aku nyusul.”
“Temen kamu cantik ya Sha.titip salam ya buat dia.hehe.”
“Iya tenang aja nanti Shasa sampein salamnya sama Vina. Shasa ke kelas dulu ya..”batinku pun bertanya apa Kak Ryan suka sama Vina…?
Di sepanjang jalan menuju kelas pertanyaan itu pun terus menghantuiku…
Apa benar Kak Ryan suka sama sahabatku Vina? jika itu benar betapa hancurnya aku?apa yang harus aku lakukan karena aku juga mulai jatuh cinta sama Kak Ryan?
Apa aku harus menangis melihat Kak Ryan tersenyum menemukan cintanya? Ya Tuhan… ini benar-benar sulit buat aku.
***
Kini tiba saatnya hari senin seperti biasa di sekolahku melaksanakan upacara bendera. Usai melaksanakan upacara bendera ku melihat sosok Kak Ryan dan dia terlihat buru-buru dan sepintas ku lihat wajahnya begitu pucat. Aku mencoba memanggilnya tapi ia tak menoleh sedikitpun.
“Kak Ryan kenapa ya? Kok dia cuek banget sama aku, gak seperti biasanya?”ujarku ku merasa ada yang Kak Ryan sembunyikan dariku.
Seperti biasa aku pulang sekolah bersama Kak Ryan. Tapi kali ini Kak Ryan cendrung diam. Kak Ryan yang terlihat selalu ceria dengan senyuman manisnya tak aku temukan saat itu.
“Kak, ko diem aja sih? Gak biasanya Kakak kayagini, Kakak sakit ya?”,tanyaku Khawatir.
“Kakak gak kenapa-napa ko Sha. Cuma kurang enak badan aja”,jawabnya tersenyum seolah meyakinkanku kalau dirinya baik-baik saja.
***
Sudah satu minggu ini Kak Ryan tidak masuk sekolah kenapa ya, apa dia sakit? pikir ku dalam hati. Mungkin Kak Eza tau kenapa Kak Ryan gak msuk sekolah. Aku pun memutuskan,pulang sekolah nanti akan mampir ke rumah Kak Eza…
Saat berjalan menuju rumah Kak Eza aku bertemu dengan Kak Ryan di persimpangan jalan dan wajahnya pun masih terlihat pucat, dia memanggilku dan mengajak ku ke danau yang tak jauh dari rumahku.
“Kakak kemana aja ko udah satu minggu ini gak masuk sekolah? Shasa kangen tau?”
“Kemarin Kakak sakit. Kakak juga kangen makannya sekarang Kakak nemuin Shasa”.
Sore itu ku habiskan waktuku bersama Kak Ryan di tepi danau. Berbincang dan berbagi banyak cerita semakin mendekatkan aku dengannya.
“Kak, udah sore nih Shasa harus cepet pulang takut keburu hujan” karena pada saat itu cuaca sedang tidak bersahabat.”Ya udah, hemm tapi sebelum pulang boleh gak Kakak peluk Shasa?”.aku pun kebingungan melihat Kak Ryan yang tampak aneh.”Boleh ko ka..”aku mencoba menahan diri agar tidak melompat-lompat kegirangan. Kak Ryan pun memelukku dan berbisik di telingaku”Kak Ryan sayang sama Shasa kalo Kakak gak ada jaga diri kamu baik-baik ya” aku senang sekaligus bingung karena aku gak tau mengapa Kak Ryan bicara seperti itu seolah ia akan pergi jauh meninggalkanku.
Setelah Kak Ryan memelukku ku lihat mata Kak Ryan tampak merah seperti yang sudah menangis…
”Ya udah kalo Shasa mau pulang.hati-hati ya”
“Iya kak, Kakak juga ya hati-hati pulangnya”. Aku melambaikan tangan dan Kak Ryan pun membalasnya dengan senyuman. Hemmh Senangnya hari ini aku di peluk Kak Ryan bisa-bisa nanti malam ke bawa mimpi nih.hehehe
***
Rabu, 10 Februari 2010…
Pagi itu langit begitu gelap,Sang Mataharipun enggan menampakkan sinarnya…tak ku dengar nyanyian burung- burung yang biasanya terdengar begitu merdu di pohon-pohon rindang tepat di depan kelas ku.daun – daun pohon di halaman sekolah pun berguguran dan tersapu oleh angin. Aku hanya berdiam diri di kelas tak beranjak sedikitpun karena khawatir akan terjadi apa-apa melihat cuaca buruk saat itu.
Tiba- tiba ku dengar suara Bapak.Sugianto yang merupakan Wakasek kesiswaan memberi pengumuman di ruang guru dengan suara terbata-bata.
“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Kepada siswa siswi SMA NUSA BANGSA dimohon perhatiannya sebentar…Innalillahi wainna ilaihi raji’un telah meninggal dunia putra terbaik sekolah kita, “Ryan Hasbie Zein” pada pagi tadi pukul 06.30 WIB di Rumah Sakit Thamrin untuk itu marilah kita berdo’a agar almarhum diterima di sisi-Nya.
Aku pun tersentak kaget seolah tak percaya orang yang selama ini menjadi penyemangatku, sosok yang selalu menemani hari indahku, sosok yang selalu membuat ku tersenyum kini telah meninggalkan aku untuk selama-lamanya. Tangis pun pecah seketika…Ya Tuhan mengapa Engkau memanggil Kak Ryan secepat ini? Mengapa engkau mengizinkan aku dekat dengannya disaat hari-hari terakhirnya?,
Vina mencoba menenangkanku tapi aku memintanya mengantarku ke rumah Kak Eza.
Di rumah Kak Eza…Terlihat Kak Eza duduk di teras rumah dengan wajah murung…aku pun lansung menangis dalam pelukannya…
“Kak Ryan kenapa Kak,kenapa dia pergi secepat ini? Shasa gak mau kehilangan Kak Ryan..?”,tanyaku sambil menangis…
“Sabar ya Sha… Kakak juga gak mau kehilangannya, tapi ini sudah di gariskan oleh Allah Swt Sha…mungkin ini yang terbaik setelah dua tahun terakhir ini Kanker Otak menggeroti tubuhnya”.Kak Eza pun tak kuasa membendung air matanya karena Ryan merupakan sahabatnya sejak duduk di bangku SMP.
“Apa? Kanker otak?kenapa Kak Ryan gak pernah cerita sama Shasa?”
“Karena dia gak mau melihat kamu sedih Sha…dia Cuma pengen liat kamu itu tersenyum. dia pengen melihat orang-orang disekitarnya itu bahagia sebelum dia pergi”
Aku pun hanya terdiam membisu mendengar penjelasan dari Kak Eza…lalu aku dan Kak Eza memutuskan untuk pergi mengantarkan Kak Ryan ke tempat peristirahatan terakhirnya…aku tak kuasa melihat jasad Kak Ryan terbujur kaku,tetesan air mata itu pun tak pernah berhenti menetes dari pelupuk mataku.
Usai menghadiri pemakaman Kak Ryan Kak Eza memberikan sebuah surat untukku.
“Ini surat terakhir Ryan untukmu Sha”. Akupun menerimanya, Dengan tetesan air mata ku coba untuk membacanya…


Sepucuk surat untuk Shasa…

Saat kau baca surat ini mungkin aku telah tiada
Kala pertama kali aku melihatmu
Ku temukan cinta yang tulus terpancar dari sorot matamu
Tatapan matamu menyejukkan jiwaku,menyembuhkan lukaku
Dan mengisi kekosongan hatiku
Tapi kini…semua itu tak dapat lagi aku rasakan
Jari jemari ini tak dapat lagi menyentuhmu
Mata ini tak dapat lagi memandangmu…
Tangan ini tak dapat lagi merangkulmu dikala kau pilu
Sayang..
Tersenyumlah saat kau mengingatku
Karena saat itu aku sangat merindukanmu
Menangislah saat kau merindukanku
Karena saat itu aku sudah tak berada lagi di sampingmu
Dan pejamkanlah mata indahmu
Karena aku akan merasa dekat denganmu..
Jangan tangisi kepergianku…
Iringilah kepergianku dengan senyumanmu…
dari Yang t’lah pergi
Ryan

Tak ada mimpi yang terindah bagiku selain mimpi indahku bersamamu, tak ada kenangan terindah bagiku selain kenangan indahku bersamamu,tak ada asa terindah dalam hidupku selain hadirnya dirimu dalam setiap langkahku, tak ada kebahagiaan indah dihatiku selain kebahagiaan karena aku t’lah mengenalmu….
Aku begitu bahagia ketika kau hiasi hariku dengan senyumanmu
Tapi kini… si pemilik senyum termanis itu telah pergi untuk selama-lamanya…
The end

“SINOPSIS”

KETIKA KAU HIASI HARIKU DENGAN SENYUMANMU

Shasa… seorang gadis manja yang trauma akan cinta begitu juga Ryan Kakak kelas Shasa yang merupakan teman dekat Eza,Kakak sepupu Shasa,juga sosok lelaki yang takut akan kehilangan. Mereka berdua dipertemukan secara tidak sengaja di depan Aula sekolah. Saat Shasa menganggap Ryan sebagai seorang Kakak yang selalu menopangnya, benih-benih cinta itu pun tak pelak ia rasakan… sosok Ryan yang selalu membuat hari Shasa indah dengan senyumannya telah meluluh lantahkan hatinya.dan begitu juga sosok Shasa yang sangat berarti bagi Ryan yang selalu menemaninya di saat-saat terakhir Ryan dalam berjuang melawan kanker otak yang telah menggerogoti tubuhnya?...sayangnya Cinta tak dapat memepersatukan mereka karena ajal yang telah lebih dulu menjemput Ryan..
Cinta itu datang dan pergi tak tentu arah, mengalir bagaikan air dan tak pernah terduga…membawa kebahagiaan saat ia datang dan membawa kesedihan di saat ia pergi. Itulah yang Shasa rasakan saat ia mengenal Ryan dan saat ia harus kehilangan Ryan untuk selama-lamanya.

Selasa, 28 September 2010

aku tak tau...


Aku tak tau…

disaat kau ada
aku merasa ta’ membutuhkanmu
tapi disaat kau menghilang
kenapa aku merasa ingin mencarimu
disaat kau dekat
aku merasa ta’ ingin bersamamu
tapi disaat kau dengan yang lainnya
kenapa aku merasa sakit melihatnya
aku ta’ kuasa menafsirkan rasa jiwa
ketakutanku terlalu dalam untuk menetapkannya
tapi hati ingin slalu menemukanmu
memastikan tentang keadaanmu
rindupun menjadi duri di jiwa
membuat wajahku basah dengan air mata
hati gelisah dengan berbagai tanya
ingin kusampaikan namun bibir ta’ mampu untuk berkata
dengarkanlah bisik hatiku
rasakanlah dengan setulus jiwamu
bacalah setiap sorot mataku saat menatapmu
setiap tingkah laku ku saat bersamamu

Entah....


kala sepi menyayat hati
kelelahan jiwa menemani
tertatih-tatih langkahkan kaki
pijak jalan kehidupan penuh duri
raih mimpi tak bertepi
gapai cinta tak pernah bermakna
senandungkan kidung asmara
urai dalam bait-bait derita
debur ombak kehidupan
hantam karang keteguhan hati
mencoba tegarkan jiwa
dari cerita cinta penuh luka
ku akui begitu banyak cinta
yang datang dan pergi
tapi tak satupun cinta yang mampu
menyemaikan segala rasa dikalbu
yang telah gersang dan mengering
walau bibir selalu tersenyum
tapi hati menangis pilu
dihimpit dilema yang membelenggu
jangan cintai………
karena tak pantas untuk dicintai
jangan sayangi……..
karena tak pantas untuk disayayangi
jangan berharap……..
karena tak pantas untuk diharap
biarlah semua berjalan
mengikuti alur roda kehidupan
biarlah semua berlalu mengikuti
kehendak yang MAHA TAHU