Kamis, 16 Desember 2010

Untuk sang Pecinta Mawar


Peri kecilku yang telah bersayap…

Tak satupun kata yang terucap dari bibir manismu kecuali membuatku merasa kian bersalah dan penuh dosa atas segala hal yang akan dan telah aku lakukan..Hidup ini penuh dengan sejuta misteri dan satu dari sejuta misteri itu tlah aku pilih untuk menjalani suka dukanya bersamamu, satu tahun boleh jadi waktu yang lama atau boleh jadi sangat singkat,karena serasa baru kemarin sore aku menuntun dan menemanimu, tapi kini kau dan aku harus sendiri. Aku tau manusia terlahir senantiasa gelisah atas keberadaan hatinya, dan itulah yang saat ini terjadi padaku,sosok kaka yang kau sebut “sang penyemangatmu”. Aku tak pernah tau pilihan ini salah atau benar, tapi ketahuilah peri kecilku, semua ini semata aku sandarkan pada-Nya.
Berat memang bila aku harus melepasmu pergi, karena rasa ini pun masih rasa yang sama seperti dulu, sang penyemangatmu ini masih menyayangimu, dan tak seorang pun yang tau sampai kapan hati yang rapuh ini memilih keputusan ini…
Dan jangan salahkan cinta bila suatu masa nantiia akan menemukan kembali jalannya yang tlah hilang…

"Sang Penyemangatku"

Terbanglah peri kecilku karena kini kau tlah bersayap


Terbanglah Peri Kecilku karena kini kau telah bersayap

Bukan hal yang sulit untuk sekedar membuat mawar merah di tepi jalan merunduk malu
Jika senyum manis itu terkembang lalu menyeruak seruan merdu ditengah keluh kesahnya hari
Jalan-jalan itu ramah kau lalui, langkah kecilmu yang kian pasti melaju membawa sejuta cita dan rasa indah yang mentari pun silau akan binar cahaya cintamu..
Ah, hanya aku manusia bodoh yang tak mau memetikmu lalu ku jadikan kau hias yang menghidupkan hidupku…
Atau karena kau terlalu berharga untuk aku pinang ???
Entahlah, biar gundahku menemani relung hati yang merintih sepi namun
Tersenyum melihat jelita indahmu yang kian jauh
Terbanglah per kecilku, karena kini kau telah bersayap…
Seluruh suka, duka dan cintaku ku letakkan dalam setiap kepakkan sayapmu
Yang menandakan ketidakpastian ini tetapi masih tetap terjaga hatimu………….

oleh:
"Sang Penyemangatku"

Rabu, 15 Desember 2010

Kegilaanmu membuat aku nyaman lalui hari terjalku...

REGA AFRIZAL…..

Aku memanggilnya dengan sapaan “ka ega”…dia mempunyai nama lengkap “Rega Afrizal”..dapat dikatakan dia ini adalah spesies yang tergolong langka atau yang lebih kita kenal sebagai MANULA(manusia langka) atau lebih tepatnya lagi Manusia Gila..hehehe..
Mengapa demikian ? karena dia adalah satu-satunya makhluk yang tidak bisa membuat aku marah. Dan selalu membuat aku tertawa lepas dengan guyonannya…ANEH???
Dia itu….Gokil, stres,rada-rada, gila, punya rasa percaya diri yang luar biasa ..terkadang ulah dia itu sangat menjengkelkan meledekku habis-habisan dan anehnya aku tak pernah menang dan selalu kalah??? Huuuh… :( entah mantra apa yang sudah dia gunakan? :)
tapi walaupun begitu dia itu ..
Sosok kaka + sahabat yang bisa menempatkan posisinya baik ketika aku sedang kesal, bahagia, sedih ataupun marah..
Pendengar setia saat aku mencurahkan semua keluh kesahku tentang sang penyemangatku yang kini tak peduli lagi padaku….
Seorang yang dapat menyulap mood ku seketika yang tadinya buruk menjadi baik dan paling hebat mencairkan suasana..hahaha...TERIMAKASIH..kegilaanmu membuat aku nyaman lalui hari terjalku bersamamu:)

10 jariku ku acungkan untuk kegokilanmu, kegilaanmu,kekocakanmu, keanehanmu,kepedeanmu,kepedulianmu….:)





Rindu tiada tara untuk "Not Jackpot"


"RINDU TIADA TARA UNTUK NOT JACKPOT”



Bagiku sahabat adalah yang terhebat dalam hidupku Bagiku sahabat adalah yang teristimewa yang pernah kumiliki Karena hanya sahabat yang bisa membuat warna dalam keseharianku Hari-hariku terasa mencekam tanpa kehadirannya

Aku jadikan sahabat sebagai hembusan nafasku Tanpa sahabat aku merasa nafasku terhenti seketika Aku jalani persahabatan dalam hati,jauh dilubuk hatiku bukan dalam pikiran atau ingatan semata

Aku begitu merindukan kalian NOT JACKPOT……………………

Aku Rindu Yadi yang slalu gugup persentasi depan kelas,

Aku rindu ria Fotografer NJ yang suka datang terlambat

Aku rindu Melihat keakraban Erni n Minah ,

Aku rindu Rizky yang suka berpantun ria,

Aku rindu Alfi yang suka gitar2an, di pojok kelas

Aku rindu sosok Roy yang Religius,

Aku rinduBrian sang anak Mamah n Cs aku kalo ketawa

Aku rinduMelani yang pinter Matematika di kelas,

Aku rinduVini yang suka rusuh, tapi asyik

Aku rindu Wuri,Afridah,Kartika..trio pecinta artis2 Korea,

Aku ridu becandanya Ratna dewi,

Aku rindu Lia dengan kesederhanaannya

Aku rindu Santi n Tuzah yang pendiem

Aku rindu Putri soulmate ku yang setia nemenin aku dari kecil,

Aku rindu Yustania yang suka d gosipin sama Anang,

Aku Rindu Pipit yang selalu rame,

Aku rindu Mela si kecil berambut panjang,

Aku rindu Nia yang suka jail n selalu bikin aku ketawa,

Aku rindu chmad yang suka datang tiba2,

Aku rindu Azhar yang suka buat lelucon di kelas

Aku rindu Iwa yang selalu buat kelas rame,

Aku rindu Asep pemimpin Nj yang selalu tersenyum,

Aku rindu Khori Vokalis “Torsi band”

Aku rindu Mute dengan Jeritan n bersin anehnya

Aku rindu Lis yang cerewet n paling sibuk di kelas

Aku rindu Nina yang mirip istrinya irfan hakim

Aku rindu Lusika pujaan hatinya Achmad

Aku rindu sosok Nisa yang Tomboy di kelas

Aku rindu Iesma yang suka galak nyubitin aku

Aku rindu Lussy yang suka latah n hobby masak

Aku Rindu Tanty yg narsis n mirip Meichan ale-ale

Aku rindu Deby Liong cewek paling tinggi di kelas

Aku rindu Uchu yang suka riweuh n ngeledekin aku

Aku rindu Ocha,Roniasih,chintya trio wek wek yg tidak bisa di pisahkan

Aku rindu Tanjung yang suka dandan

Aku rindu Risma yang centil n ribet sama rambut

Aku rindu Vindya yang suka ngaca…J



Aku rindu canda tawamu teman………….

Aku ridu kebersamaan kita yang dulu…..

Aku rindu mengerjakan tugas bersama kalian

Aku rindu makan bersama kalian

Aku rindu jalan jalan bersama kalian

Aku rindu tingkah konyol kalian

Aku rindu melihat senyum kalian

Aku rindu melewati hari hari indah ku bersama kalian

Kini semua itu tak dapat lagi aku rasakan bersama kalian

Dan memory indah ini akan selalu ku simpan sampai waktu yang akan mempertemukan kita itu datang….

Anday saja waktu tak merenggut kebersamaan kita mungkin saat ini aku masih bersama kalian :’(



Dari
Aku yang selalu merindukan kalian…:(

Jumat, 03 Desember 2010

Cerpen Puisi Aku,Kamu,Sahabatku: yaAllahyaTuhanku

Cerpen Puisi Aku,Kamu,Sahabatku: yaAllahyaTuhanku

Ya Allah Ya Tuhanku.....


Ya Allah Ya Tuhanku……..

Engkau mengujiku pasti dengan sesuatu yang aku mampu
Karena Engkau maha tahu apa yang terbaik untukku
Engkau memberi atau mengambil, agar terhapus dariku rasa memiliki
Dan kembali menyadari bahwa pada-Mu aku akan kembali
Engkau memberikan aku gembira atau duka
Agar hatiku tidak kotor dengan rasa bangga dan tunduk
Merendah pada-Mu dalam semua perkara
Engkau mengujiku dengan ujian agar diriku lebih teguh beriman
Dan lebih kerap menadah tangan, memohon pada-Mu wahai Tuhan..
Engkau yang Maha Bijaksana mengatur hidupku dengan sempurna
Meski diriku kerap terlupa, Namun kasih-Mu tak pernah sirna…..

Sabtu, 27 November 2010

Terimakasih Ibu

Terimakasih ibu...

Wahai anakku… beberapa yang telah berlalu sebelum kelahiranmu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun terindah dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan tentang kehamilanku, dan semua ibu sangat mengerti arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini, sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi ibu.

Semenjak kabar gembira tersebut, aku membawamu sembilan bulan. Tidur, berdiri, makan, dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi, itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu. Aku mengandungmu wahai anakku, pada kondisi lemah di atas lemah. Bersamaan dengan itu, aku begitu gembira tatkala merasakan dan melihat terjalan kakimu, atau balikan badanmu di perutku.

Aku merasa puas, setiap aku menimbang diriku, karena bila semakin hari semakin berat perutku, berarti dengan begitu engkau sehat wal afiat di dalam rahimku.

Anakku… Penderitaan yang berkepanjangan menderaku, sampailah tiba pada malam itu, yang aku tidak bisa tidur sekejap pun, aku merasakan sakit yang tidak tertahankan, dan merasakan takut yang tidak bisa dilukiskan. Sakit itu berlanjut, sehingga membuatku tidak dapat lagi menangis. Sebanyak itu pula, aku melihat kematian di hadapanku, hingga tibalah waktunya engkau keluar ke dunia, dan engkau lahir. Bercampur air mata kebahagiaanku dengan air mata tangismu. Ketika engkau lahir, menetes air mata bahagiaku.

Dengan itu, sirna semua keletihan dan kesedihan, hilang semua sakit dan penderitaan, bahkan kasihku kepadamu semakin bertambah, dengan bertambah kuatnya sakit.

Aku raih dirimu, sebelum ku raih minuman. Aku peluk cium dirimu, sebelum meneguk satu tetes air yang ada di kerongkongan.

Wahai anakku… Telah berlalu setahun dari usiamu. Aku membawamu dengan hatiku, memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku. Sari pati hidupku, kuberikan kepadamu. Aku tidak tidur, demi tidurmu, berletih demi kebahagiaanmu. Harapanku pada setiap harinya, agar aku selalu melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat, adalah setiap permintaanmu agar aku berbuat sesuatu untukmu. Itulah kebahagiaanku.



Lalu berlalulah waktu, hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, selama itu pula, aku setia menjadi pelayanmu yang tidak pernah lalai… menjadi dayangmu yang tidak pernah berhenti… menjadi pekerjamu yang tidak pernah lelah… dan mendoakan selalu kebaikan dan taufiq untukmu.......



subhanallah betapa besar pengorbanan seorang ibu untuk kita anaknya...sampai kapanpun kita tak kan mampu untuk membalasnya.......justru seringkali kita menyakiti hatinyaMaka dari itu selagi masih ada kesempatan jangan sia-siakan peluang itu. Selagi ibu kita masih hidup maka segeralah ambil tindakan untuk menyenangkan hatinya. Jangan sampai kita menyesal seperti drama kehidupan yang terjadi pada kebanyakan orang yang telah kehilangan peluang untuk membalas segala kebaikan ibunya. Ibunya telah terbujur kaku dan ruhnya telah pergi jauh sebelum ia sempat memberikan yang terbaik baginya. Penyesalan tak ada gunanya. Yang terbaik adalah lakukan sekarang. segera raih kesempatan itu. Cium tangan ibu kita minta restunya dan mohon ampunannya ... 

Kamis, 25 November 2010

Harapku


Masih tetap ku menanti dalam sunyi....
Berdoa agar kau kembali.........

Rabu, 24 November 2010

Terimakasih "Sang Penyemangatku"


Terimakasih Sang Penyemangatku

Ku rasakan indah satu tahun merajut cinta bersamamu
Walau kini semuanya harus berujung pilu
Mulai saat ini aku harus terbiasa lewati hari-hari sepiku tanpamu
Kini aku harus berjalan sendiri..
Melewati pagi yang menyejukan, siang yang selalu ku rasa melelahkan,
Senja sore yang kemerah-merahan,
Dan indahnya malam yang dihiasi ribuan gemerlipnya cahaya bintang..
Peri kecilmu ini akan terbang…
Bersama kesedihan yang selama ini aku rasakan,
Bersama bahagia yang tlah kau hadirkan,
Bersama cinta dan kasih yang pernah kau berikan,
Bersama semangatmu yang selalu kau tularkan,
Bersama nasihatmu yang selalu menemani langkah kecilku…
Bagiku kau adalah pelangi ketika mendung menyapaku,
Lentera yang menerangi gelapnya malamku,
kau adalah inspirasi dalam setiap tulisanku..
Dan kau pula yang pertama kali membuat aku bahagia atas keberadaan Cinta….
Tak pernah terlintas dalam benak ku untuk melupakan,
Karena sosokmu tak akan ernah tergantikan
Terimakasih atas segala yang telah kau berikan
Terimakasih sang penyemangatku..aku ucapkan.....

"Peri kecilmu yang Tlah Bersayap"

Minggu, 21 November 2010

kematian














SAHABAT…………

Pada saat suatu nanti maut akan datang menjemput kita,,,,,,,,,
Tahukah kalian akan makna kematian ???
Ya, kematian merupakan hal yang biasa kita jumpai tetapi kematian juga masih merupakan momok bagi kita jika seandainya kematian itu terjadi pada diri kita. Sadarlah, kematian akan datang pada kita karena perlahan setiap detik, menit, jam, hari yang kita punya di dunia berkurang. Dunia tidak dapat menampung kita selamanya karena duniapun tidak akan abadi.

Lalu setelah mati?
Kematian bukan sebuah akhir perjalanan. Memang, sebuah akhir perjalanan di dunia tetapi juga sebuah awal perjalanan menuju “masa depan” yang kekal. Perjalanan yang sangat berat yang harus kita tempuh sendiri tanpa ditemani keluarga, teman-teman. Mempertanggungjawabkan dan menerima konsekwensi atas semua yang telah dilakukan di dunia.

Sekilas, tulisan di atas mungkin sama saja dengan yang lainnya. Tapi, lihatlah “masa depan” itu. Sekarang kita bisa menghabiskan waktu sesuka kita. Tapi,ketika semua kegiatan kita hanyalah hura-hura, semuanya tidaklah berarti jika kita merenungi akan masa depan kita. Tidak akan berdampak pada masa depan.

Sahabat, bukan maksud saya untuk membuat kalian takut, menyalahkan takdir atau bahkan Tuhan atas hal yang akan menimpa kita tapi saya hanya ingin kita semua sadar akan hal ini. Menyesali keadaaan malah akan memperburuk kita. Saya tidak akan menyuruh kalian untuk segera bertobat karena tujuan saya menulis seperti ini tidaklah untuk itu. Kalian sendirilah yang tau pilihan mana yang akan kalian pilih nantinya. Jalani saja apa yang ada dan ingat selalu akan “masa depan” itu.

Wahai diri, tidak ada yang paling pasti di dunia kecuali kematian..ia datang dengan paksa, tak pernah memberi pilihan. Tapi yang Maha Pengendali kematian begitu pemurah,memberi kesempatan seluas-luasnya kepada kita untuk memilih cara hidup setelah mati sesuai dengan keinginan kita.

Apakah setelah perjuangan berat sakaratul maut kita memperoleh kenikmatan yang tak pernah terbayangkan ,atau justru di jerembabkan dalam siksaan yang lebih dahsyat??
Jawabannya ada pada di setiap detik hidup kita di dunia ini………..